Pembangunan rumah rakyat dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan berbagai sektor industri di Indonesia. Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo menyebut sektor perumahan dan konstruksi memiliki keterkaitan dengan 185 bidang industri, mulai dari bahan bangunan hingga perlengkapan rumah tangga.
Pernyataan tersebut disampaikan Hashim dalam acara Investor Daily Summit (IDS) 2026 di Raffles Hotel Jakarta, Rabu (7/10/2026). Menurut dia, pembangunan perumahan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan hunian, tetapi juga dapat meningkatkan aktivitas ekonomi melalui kebutuhan berbagai barang dan jasa pendukung.
Sejumlah industri yang berhubungan dengan sektor perumahan di antaranya industri mebel, peralatan listrik, kabel, lampu, semen, dan kayu. Kebutuhan terhadap produk-produk tersebut dapat meningkat seiring dengan pelaksanaan pembangunan rumah.
Hashim menilai keterkaitan lintas industri itu menjadikan sektor perumahan sebagai salah satu bidang yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, pengembangan sektor tersebut dinilai dapat memberikan dampak yang lebih luas daripada sekadar memenuhi kebutuhan tempat tinggal masyarakat.
Dia mencontohkan China yang selama sekitar 35 tahun menjadikan sektor perumahan, properti, dan konstruksi sebagai salah satu kontributor penting perekonomian. Hashim menyebut sektor tersebut menyumbang sekitar 25 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) China selama periode tersebut.
Sementara itu, kontribusi sektor konstruksi dan perumahan terhadap PDB Indonesia disebut mencapai sekitar 14 persen. Menurut Hashim, angka tersebut menunjukkan masih terdapat peluang untuk meningkatkan peran sektor perumahan dalam perekonomian nasional.
“Indonesia saat ini 14% dari GDP itu dari konstruksi dan perumahan, maka potensi untuk menambah begitu besar,” kata Hashim.
Perumahan Sosial Jadi Perhatian
Selain dampaknya terhadap industri, Hashim menyoroti pentingnya pengembangan perumahan sosial, terutama untuk memenuhi kebutuhan hunian masyarakat kelas menengah. Dia memandang sektor ini memiliki potensi untuk mendukung pembangunan sekaligus menggerakkan perekonomian.
Hashim mengungkapkan bahwa sekitar dua tahun lalu, dirinya telah mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto, yang saat itu masih berstatus calon presiden, agar Kementerian Perumahan dihidupkan kembali.
Menurut Hashim, sektor perumahan membutuhkan perhatian khusus karena memiliki keterkaitan dengan berbagai kegiatan ekonomi. Pengembangan sektor ini pun dinilai berpeluang memperluas aktivitas industri pendukung sekaligus meningkatkan kontribusi perumahan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

