National

Pemerintah Percepat Pasokan Barang Subsidi ke KDKMP 

Pemerintah berupaya mempercepat penyaluran barang bersubsidi ke gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah beroperasi. Langkah ini ditujukan untuk memangkas rantai distribusi agar masyarakat lebih mudah mengakses kebutuhan pokok dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, percepatan distribusi tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar KDKMP dapat berperan dalam penyaluran barang bersubsidi secara lebih efektif.

“Jadi, penyaluran barang subsidi ini, seperti diarahkan Bapak Presiden, harus diimplementasikan dengan baik dan kemudian harus diakselerasi. Jadi memang kami sekarang intensif untuk mempercepat proses penyaluran barang-barang subsidi,” tutur Ferry, Rabu (21/10).

Ia melanjutkan, percepatan pasokan barang bersubsidi menjadi fokus pemerintah setelah 10.070 gerai KDKMP resmi beroperasi serentak pada 15 Oktober lalu. Fokus tersebut juga merupakan tindak lanjut dari hasil peninjauan sejumlah anggota Kabinet Merah Putih terhadap operasional gerai KDKMP di beberapa lokasi.

Ferry mengatakan, dalam peninjauan tersebut, para menteri menemukan bahwa gerai KDKMP telah menyediakan sejumlah barang bersubsidi, di antaranya minyak goreng MinyaKita, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta LPG 3 kilogram (kg).

Menurutnya, pasokan barang bersubsidi di sejumlah gerai yang ditinjau tidak mengalami kendala. Namun, pemerintah menilai penyalurannya perlu dipercepat agar semakin banyak masyarakat dapat mengakses barang-barang tersebut.

Oleh karena itu, Kementerian Koperasi akan segera menggelar rapat koordinasi dengan Badan Pengatur Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dan Danantara untuk mempercepat upaya tersebut.

“Minyak goreng, beras, relatif tidak ada masalah. Tapi kemudian memang kita perlu akselerasi saja,” papar dia.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menjelaskan alasan penyaluran barang bersubsidi melalui gerai KDKMP menjadi langkah strategis.

Ferry mengatakan pemerintah selama ini telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk menyediakan barang-barang bersubsidi.

Namun, selama puluhan tahun, barang-barang tersebut disalurkan melalui rantai distribusi yang relatif panjang. Akibatnya, masyarakat tidak hanya menghadapi keterbatasan akses, tetapi juga harus membeli barang-barang tersebut dengan harga yang kurang terjangkau.

Oleh karena itu, ia berharap KDKMP dapat menjadi solusi atas permasalahan tersebut sekaligus menjadi agen transformasi ekonomi di wilayah perdesaan.

“KDKMP di seluruh desa dan kelurahan nantinya akan menjadi kepanjangan tangan pemerintah dan kemudian menjadi jawaban atas kehadiran negara di lapangan untuk menggantikan para aktor nonnegara yang selama sekian puluh tahun ini menjadi kultur di masyarakat,” jelas Ferry.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...