Metropolitan

Pemkot Jakarta Selatan Selenggarakan Panen Bawang Serentak di 167 Titik Wilayah

Pemerintah Kota Jakarta Selatan menggelar panen serentak bawang merah di 167 lokasi yang tersebar di 10 kecamatan, dengan kegiatan utama dipusatkan di Taman Hatinya PKK, Rooftop Kelurahan Guntur, Setiabudi.

Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo mengatakan, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa wilayah perkotaan tetap memiliki kapasitas untuk membangun kemandirian pangan meski menghadapi keterbatasan lahan. Menurut Syafrin, pemanfaatan teknologi, inovasi, kolaborasi, dan gotong royong dapat memungkinkan pertanian berkembang di lingkungan perkotaan.

Ia berharap panen ini menjadi awal pengembangan ekosistem pertanian perkotaan yang mencakup penyediaan bibit, pendampingan, produksi, hingga pemasaran.

Syafrin juga meminta camat dan lurah menginventarisasi lahan kosong milik pemerintah, swasta, maupun perorangan untuk dioptimalkan sebagai lahan produktif. Selain memenuhi kebutuhan masyarakat, perluasan urban farming diharapkan dapat membantu menjaga pasokan dan kestabilan harga bawang merah di pasar.

Pengembangan ekosistem pertanian tersebut juga dinilai berpotensi menciptakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) baru sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Dengan demikian, kegiatan pertanian tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan bahan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi di tingkat lingkungan.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jakarta Selatan, Azizah Syafrin mengapresiasi partisipasi masyarakat dan dukungan berbagai pihak dalam pelaksanaan panen. Kegiatan tersebut melibatkan TP PKK dari tingkat kota hingga kelurahan, penggiat urban farming, pengurus Rukun Warga (RW), serta masyarakat dari seluruh kecamatan di Jakarta Selatan.

Dari 167 lokasi penanaman, sebanyak 65 berada di tingkat kelurahan, 10 di tingkat kecamatan, 62 di tingkat RW, dan 30 merupakan lahan urban farming. Panen ini merupakan tindak lanjut gerakan tanam bawang merah yang telah dilakukan secara serentak sejak 28 Juli 2026.

Pelaksanaan program turut didukung Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan, Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BPMP) Provinsi DKI Jakarta, PT East West Seed Indonesia, serta dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Hasil panen dari setiap lokasi nantinya akan dievaluasi, dengan apresiasi diberikan kepada lokasi yang memperoleh hasil terbaik dalam pertemuan rutin PKK tingkat kota.

Pemerintah Kota Jakarta Selatan juga mendorong masyarakat agar semakin dekat dengan kegiatan pertanian dan melihat ketahanan pangan sebagai sesuatu yang dapat dibangun dari lingkungan sekitar. Program tersebut sekaligus menjadi upaya mempertahankan semangat gotong royong dalam mengembangkan pertanian perkotaan secara berkelanjutan.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...