National

Percepat Penanganan Banjir Padang, Tanggul Darurat Rampung hingga Normalisasi Sungai Dikebut

Pemerintah mengerahkan 2.106 tenaga kesehatan (nakes) ke tujuh provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan. Selain tenaga medis, pemerintah juga menyalurkan sekitar 2,45 juta masker serta sejumlah peralatan kesehatan untuk melindungi masyarakat dari dampak asap kebakaran.

Berdasarkan keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Selasa (13/10/2026), mobilisasi tenaga kesehatan dilakukan melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga 12 Oktober 2026. Personel yang diterjunkan terdiri atas dokter, perawat, bidan, hingga epidemiolog.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan, pemerintah terus bekerja untuk mempercepat penanganan dampak bencana, dengan mengutamakan keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas warga.

“Pemerintah bekerja tanpa jeda untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas,” ujar Dody, ditulis Selasa (13/10).

Banjir bandang tersebut berdampak pada sekitar 120 rumah yang tergenang. Bencana ini juga mengakibatkan kerusakan pada jaringan irigasi, bendung, dan tanggul sepanjang kurang lebih 50 meter.

Selain itu, dua bangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) mengalami kerusakan, pipa transmisi sepanjang 1,5 kilometer dilaporkan terputus, dan satu masjid turut terdampak. Untuk menangani dampak tersebut, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang melakukan sejumlah langkah tanggap darurat.

Pekerjaan yang dilakukan meliputi perbaikan alur sungai, pembersihan sedimen pada bangunan intake, serta penyediaan air bersih bagi masyarakat menggunakan lima unit mobil tangki air.

Salah satu upaya yang telah diselesaikan adalah pembangunan tanggul darurat di kawasan Perumahan Lumin Park, tepatnya di sepanjang aliran Sungai Batang Air Dingin yang berhadapan dengan kawasan permukiman warga.

BWS Sumatera V Padang telah merampungkan tanggul darurat sepanjang 200 meter dengan ketinggian sekitar 3 meter.

Infrastruktur sementara ini dibangun untuk memperkuat perlindungan permukiman sekaligus mengurangi risiko luapan sungai apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Pembangunan tanggul didukung pengerahan tiga unit excavator yang mulai bekerja secara bertahap sejak Minggu (11/10).

Penyelesaian tanggul tersebut menjadi langkah awal untuk mengendalikan risiko di kawasan terdampak, sembari menyiapkan penanganan infrastruktur sungai secara lebih menyeluruh.

Pemerintah juga menyiapkan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi agar perlindungan terhadap kawasan rawan banjir dapat diperkuat dalam jangka panjang.

Selain penanganan darurat, Kementerian PU menyiapkan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sungai Batang Air Dingin dan Sungai Batang Kuranji.

Program ini diarahkan untuk memperbaiki kondisi sungai sekaligus meningkatkan kapasitas pengendalian banjir di kawasan terdampak.

Lingkup pekerjaan yang direncanakan mencakup normalisasi dan pembukaan alur sungai, peninggian atau pembangunan tanggul pengaman banjir, serta pembangunan sabo dam dan check dam untuk membantu mengendalikan aliran air dan material sedimen.

Mobilisasi tambahan alat berat direncanakan dilakukan secara bertahap mulai 15 Oktober 2026. Kementerian PU juga menyiapkan tim kaji cepat dari Balai Teknik Sungai dan Sabo untuk mengevaluasi kondisi lapangan serta memberikan masukan teknis dalam menentukan langkah penanganan berikutnya.

Di kawasan muara, pekerjaan pengerukan direncanakan mulai 13 Oktober 2026 dengan estimasi pelaksanaan sekitar dua bulan.

Sementara itu, tim pengukuran telah menuju lapangan untuk mempersiapkan pekerjaan permanen, termasuk pembangunan check dam yang direncanakan berlangsung selama enam bulan, bersamaan dengan perbaikan tanggul dan normalisasi sungai.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...