Metropolitan

Personel Dishub Dikerahkan di 59 Titik Macet Jakarta Timur

Sebanyak 215 personel Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur dikerahkan untuk mengatur lalu lintas di 59 lokasi rawan kemacetan. Pengerahan ini dilakukan untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan pada jam sibuk pagi melalui program Gerakan Bersama Atasi Kemacetan Pagi (Gebrak Pagi).

Kepala Sudinhub Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak Harlem turut turun langsung mengatur lalu lintas di sejumlah titik, yakni kawasan Simpang Kodim Lama di Jalan Bekasi Timur, dekat Taman Viaduk dan Stasiun Jatinegara, Simpang Jalan Laksamana Malahayati-Jalan Pahlawan Revolusi, serta kawasan Simpang Cawang Kompor.

“Mereka kami siagakan mulai pukul 06.30-08.00,” ujar Harlem, Senin (12/10/2026), dikutip dari BeritaJakarta.

Harlem mengatakan, program tersebut bertujuan memperkuat pengendalian lalu lintas melalui kehadiran langsung pejabat dan jajaran Dishub di titik-titik prioritas kepadatan kendaraan pada jam sibuk pagi. Menurutnya, program yang mengusung semangat “Hadir di Jalan, Hadirkan Kelancaran” ini diharapkan dapat membantu mengurai kemacetan dan meningkatkan kelancaran arus kendaraan.

Harlem.menjelaskan, kegiatan ini melibatkan pejabat struktural, mulai dari kepala dinas, wakil kepala dinas, pejabat eselon III dan IV, staf, hingga Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).

Berdasarkan pemantauan pada hari pertama pelaksanaan program, kemacetan di sejumlah titik terutama dipicu tingginya volume kendaraan pada pagi hari.

“Berbagai pekerjaan infrastruktur di badan jalan dan sekitarnya turut memengaruhi kelancaran Lalin,” terangnya.

Ia mengimbau para pengendara untuk senantiasa mematuhi peraturan berlalu lintas, tidak menerobos rambu-rambu, serta tidak menggunakan trotoar sebagai jalan pintas.

“Trotoar merupakan fasilitas yang diperuntukkan bagi pejalan kaki. Pengendara juga diminta mengikuti arahan petugas yang bertugas di lapangan,” ungkapnya

Sementara itu, salah seorang pengendara, Syarifuddin (41) mengapresiasi pengerahan personel Sudinhub Jakarta Timur untuk mengatur lalu lintas pada pagi hari.

“Kehadiran petugas sangat dibutuhkan untuk membantu kelancaran perjalanan masyarakat pada jam sibuk,” ucapnya.

Ia mengaku biasa melintasi Jalan Raya Bogor, Jalan Dewi Sartika, Jalan Otto Iskandardinata (Otista), dan sejumlah ruas jalan lainnya saat berangkat bekerja menuju kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

“Saya sangat mengapresiasi adanya kegiatan pengaturan Lalin dari Sudin Perhubungan. Saya berharap kegiatan ini rutin dilakukan setiap pagi hari saat jam sibuk,” tandasnya.

Selain mengandalkan pengaturan petugas, pengendara juga diimbau mematuhi rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas. Pengendara tidak diperbolehkan menggunakan trotoar sebagai jalan pintas karena fasilitas tersebut diperuntukkan bagi pejalan kaki.

FIto Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...