National

Produksi Padi Sumedang Capai 294.000 Ton, Pemkab Kembangkan Revolper

Pemerintah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengembangkan program Revolusi Pertanian (Revolper) untuk mengoptimalkan hasil panen dan menjaga ketahanan pangan daerah. Upaya ini dilakukan melalui penerapan teknologi pertanian, perbaikan irigasi, serta penggunaan benih berkualitas.

Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang mencatat produksi padi pada 2025 mencapai 294.000 ton. Jumlah tersebut melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat yang diperkirakan sekitar 103.000 ton per tahun.

Di tengah capaian tersebut, Pemkab Sumedang berupaya meningkatkan produktivitas melalui pengujian metode pertanian di lahan percontohan. Salah satunya dilakukan Kelompok Tani Gemah Ripah di Kecamatan Tanjungkerta dengan memanfaatkan lahan seluas 10 hektare untuk mengembangkan padi varietas IF 20 dan Inpari 32.

Hasil pengukuran panen tahap pertama di lahan tersebut menunjukkan produktivitas meningkat hampir 100 persen berdasarkan analisis tim statistik dan tim Revolper. Meski demikian, angka hasil panen dalam ton per hektare belum disampaikan secara terperinci.

Pengujian ini melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Padjadjaran, Universitas Winaya Mukti, serta Balitbang Ketahanan Mandiri. Para pihak bekerja sama menguji penerapan teknologi yang mencakup pemupukan presisi, teknik budi daya, dan pengendalian hama terpadu.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan sektor pertanian. Ia berharap peningkatan produktivitas dapat memberikan dampak terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani.

Untuk mendukung pelaksanaan Revolper, pemerintah daerah menetapkan empat aspek sebagai perhatian utama, yaitu kepastian pasokan air, penggunaan benih bermutu, pemupukan yang efektif, serta modernisasi peralatan pertanian hingga tahap pascapanen.

Dukungan juga diberikan melalui penyerahan alat dan mesin pertanian, pemeliharaan jaringan irigasi usaha tani, serta pembangunan dam parit untuk menunjang kebutuhan air di lahan pertanian.

Salah satu varietas yang dikembangkan, Inpari 32, memiliki rata-rata hasil sekitar 6,30 ton per hektare gabah kering giling (GKG), dengan potensi mencapai 8,42 ton per hektare GKG.

Melalui pengembangan Revolper, Pemkab Sumedang berharap penerapan teknologi dapat membantu petani memperoleh hasil panen yang lebih tinggi sekaligus menekan biaya produksi.

Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...