National

Rupiah Melemah 0,39%, Dolar AS Tembus Rp17.940

Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (1/10/2026). Pelemahan terjadi setelah rupiah sempat menguat cukup signifikan pada perdagangan sebelumnya.

Mengacu pada data Refinitiv, rupiah ditutup di level Rp17.940 per dolar AS, melemah 0,39 persen dibandingkan penutupan Rabu (30/9) di posisi Rp17.870 per dolar AS.

Dengan demikian, rupiah turun sekitar 70 poin dari perdagangan sebelumnya. Pada saat yang sama, indeks dolar AS atau DXY yang mengukur pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama dunia menguat 0,23 persen ke level 101,678 pada pukul 15.00 WIB.

Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor yang menekan pergerakan rupiah. DXY bahkan berada di level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan, seiring meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun dilaporkan mencapai 5,33 persen, menjadi level tertinggi sejak 2002. Kondisi tersebut turut meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar di tengah kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global.

Dari dalam negeri, pasar juga mencermati perkembangan inflasi Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi September 2026 sebesar 0,30 persen secara bulanan, naik dari 0,21 persen pada Agustus.

Secara tahunan, inflasi Indonesia mencapai 3,28 persen, meningkat dari 3,19 persen pada bulan sebelumnya. Meski demikian, inflasi inti justru turun menjadi 2,84 persen secara tahunan dari 2,92 persen pada Agustus.

Inflasi tahunan tersebut masih berada dalam sasaran Bank Indonesia yang berada di kisaran 1,5 hingga 3,5 persen.

Namun, kondisi inflasi domestik yang masih terkendali belum cukup meredam tekanan terhadap rupiah akibat penguatan dolar AS dan tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...