World

Serangan Houthi Ganggu Penerbangan Saudi, Bandara Riyadh Ditutup

Aktivitas penerbangan di Arab Saudi terganggu setelah serangkaian serangan yang dikaitkan dengan kelompok Houthi dari Yaman. Bandara Internasional King Khalid di Riyadh ditutup hingga 17 Oktober 2026, sementara sejumlah maskapai membatalkan atau menangguhkan penerbangan ke sejumlah kota di Arab Saudi. Selain bandara, fasilitas industri minyak juga dilaporkan terdampak. Houthi bahkan mengancam akan melanjutkan serangan terhadap kedua sektor tersebut.

Mengutip Reuters, Kamis (15/10/2026), Houthi menyatakan bandara dan fasilitas minyak Arab Saudi sebagai target yang sah. Kelompok tersebut mengklaim serangan dilakukan sebagai balasan atas operasi militer Arab Saudi di Yaman.

Salah satu insiden terbaru terjadi pada Selasa (13/10/2026) malam, ketika kompleks kantor pusat perusahaan minyak Saudi Aramco di Dhahran, wilayah timur Arab Saudi, dilaporkan diserang. Tiga sumber yang mengetahui kejadian tersebut mengatakan serangan memicu kebakaran yang menjalar ke beberapa lantai gedung.

Namun, Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan kebakaran yang terjadi bersifat terbatas. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai besarnya kerusakan yang ditimbulkan oleh insiden tersebut.

Sebelumnya, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh juga dilaporkan menjadi sasaran serangan pada Sabtu (10/10/2026). Insiden itu menewaskan 13 orang, menurut laporan BeritaSatu.

Pada Rabu (14/10/2026), koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah mencegat sebuah rudal balistik yang ditembakkan menuju Riyadh. Sejumlah suara ledakan terdengar di ibu kota Arab Saudi tersebut. Meski demikian, penyebab suara ledakan itu belum dapat dipastikan dan otoritas setempat belum memberikan penjelasan resmi.

Dalam pernyataan terpisah, Houthi mengklaim telah meluncurkan rudal balistik, rudal jelajah, dan pesawat nirawak atau drone ke sejumlah sasaran. Target yang disebutkan mencakup fasilitas Aramco di Dhahran, bandara Riyadh, serta kilang Aramco di Riyadh.

Kelompok tersebut juga menyerukan perusahaan pelayaran internasional, warga sipil, dan pekerja agar meninggalkan bandara serta fasilitas minyak Arab Saudi. Seruan ini menambah kekhawatiran terhadap keamanan pekerja dan aktivitas operasional di kawasan yang menjadi sasaran ancaman.

Kompleks Aramco di Dhahran merupakan salah satu pusat operasional penting bagi perusahaan minyak tersebut. Fasilitas ini mengawasi jaringan pengeboran minyak darat dan lepas pantai, jaringan pipa, kilang, hingga terminal ekspor.

Ancaman terhadap infrastruktur tersebut berpotensi mengganggu kegiatan operasional apabila serangan terus berlanjut. Di sisi lain, pembatalan penerbangan dan penutupan bandara juga dapat memengaruhi mobilitas penumpang serta aktivitas transportasi udara.

Eskalasi ini menambah ketidakpastian keamanan di kawasan Teluk, terutama di tengah meningkatnya ketegangan regional. Perkembangan situasi selanjutnya akan menentukan sejauh mana gangguan terhadap transportasi udara dan fasilitas energi Arab Saudi berlanjut.

Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...