Pemerintah Singapura menawarkan bantuan kepada Indonesia untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap lintas batas. Tawaran tersebut disampaikan di tengah memburuknya kualitas udara di Singapura dalam beberapa hari terakhir.
Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura, Grace Fu, mengatakan dirinya telah berkomunikasi dengan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia Jumhur Hidayat untuk membahas kemungkinan dukungan dalam penanganan kebakaran.
Singapura menyatakan siap memberikan bantuan sesuai kemampuan serta mendukung kerja sama regional untuk mengatasi dampak kabut asap. Pemerintah negara tersebut juga terus memantau kondisi udara dan menyiapkan langkah perlindungan kesehatan bagi masyarakat.
Berdasarkan data Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA), indeks standar pencemaran udara atau Pollutant Standards Index (PSI) selama 24 jam masih berada dalam kategori tidak sehat pada Senin (12/10). Pada pukul 11.00 waktu setempat, PSI di wilayah barat tercatat 147, disusul wilayah tengah 146, timur 133, selatan 115, dan utara 103.
Sehari sebelumnya, kualitas udara di sejumlah wilayah Singapura juga mencatat angka tinggi. Pada Sabtu (10/10), PSI mencapai 174 di wilayah tengah, sementara wilayah barat mencatat 160. Pada Jumat (9/10), angka PSI di wilayah tengah bahkan menyentuh 192, menjadi level tertinggi selama musim kabut asap tahun ini.
Untuk mengantisipasi kondisi yang lebih buruk, pemerintah Singapura telah menyiapkan panduan bagi berbagai sektor, termasuk kesehatan, pendidikan, transportasi, ketenagakerjaan, dan olahraga.
Kementerian Pendidikan Singapura mempertimbangkan penutupan sekolah apabila prakiraan PSI 24 jam pada hari berikutnya melampaui 300 atau masuk kategori berbahaya. Sementara itu, fasilitas kesehatan telah menyiapkan langkah antisipasi, seperti penggunaan alat pemurni udara dan pengaturan kondisi ruangan.
Aktivitas fisik di luar ruangan juga akan dibatasi jika PSI 24 jam melampaui 200 atau konsentrasi PM2.5 dalam satu jam melebihi 150. Meski demikian, pemerintah Singapura belum berencana mengubah kegiatan hiburan luar ruangan, termasuk penyelenggaraan Formula 1 Singapore Grand Prix.
Indonesia sendiri tengah menghadapi kebakaran hutan dan lahan yang meluas di sejumlah wilayah. Berdasarkan data yang dilaporkan dalam pemberitaan CNBC Indonesia, luas lahan terbakar diperkirakan mencapai hampir 896 ribu hektare pada akhir Agustus 2026.
Upaya bantuan internasional juga datang dari negara lain. Jepang sebelumnya mengerahkan tiga helikopter Chinook untuk mendukung pemadaman melalui udara di Kalimantan Barat pada September lalu. Malaysia turut menawarkan bantuan berupa pesawat, helikopter, dan personel pemadam kebakaran.
Namun, Malaysia masih menunggu tanggapan resmi Indonesia melalui jalur diplomatik terkait pengaturan bantuan yang ditawarkan.
Di dalam negeri, pemerintah meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum terhadap perusahaan yang diduga terkait dengan kebakaran lahan. Sebanyak 57 perusahaan dilaporkan telah dikenai sanksi penghentian sementara kegiatan setelah pemeriksaan menemukan lebih dari 34 ribu hektare lahan terbakar di wilayah mereka.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

