World

Unggul Pemilu, Blok Magdalena Andersson Gagal Bentuk Pemerintahan Swedia

Keunggulan blok kiri-tengah dalam pemilihan umum Swedia belum berhasil mengantarkan Magdalena Andersson kembali menduduki kursi perdana menteri. Pencalonan pemimpin Partai Sosial Demokrat itu justru ditolak parlemen setelah mayoritas anggota memberikan suara menentang.

Dalam pemungutan suara pada Kamis (15/10/2026), Andersson memperoleh 99 suara dukungan, sementara 248 anggota parlemen menolak pencalonannya. Ketua Parlemen Swedia Andreas Norlen kemudian menyatakan usulan pengangkatan Andersson tidak dapat disetujui.

Hasil tersebut memperlihatkan sulitnya membentuk pemerintahan baru meskipun blok yang dipimpin Andersson memenangkan pemilu September. Blok kiri-tengah meraih 176 kursi, hanya unggul tiga kursi dari koalisi sayap kanan yang memperoleh 173 kursi.

Persoalan muncul karena kelompok-kelompok dalam blok kiri-tengah belum mencapai kesepakatan mengenai susunan pemerintahan. Kondisi itu membuat kemenangan dalam pemilu belum cukup untuk memastikan terbentuknya pemerintahan yang memperoleh dukungan parlemen.

Sebelum pemungutan suara, Andersson telah mengakui bahwa upayanya membentuk pemerintahan belum membuahkan hasil. Namun, ia tetap menyatakan kesediaan untuk menghadapi proses penentuan di parlemen.

Setelah pencalonannya ditolak, langkah berikutnya dalam pembentukan pemerintahan Swedia masih belum jelas. Hingga Jumat (16/10/2026), belum ada nama yang diumumkan untuk ditugaskan menjajaki kemungkinan pembentukan pemerintahan berikutnya.

Situasi ini menempatkan Swedia dalam fase ketidakpastian politik, dengan proses negosiasi antarkelompok parlemen menjadi faktor penting untuk menentukan arah pemerintahan selanjutnya.

Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...