Metropolitan

2.400 Pesilat dari 15 Provinsi Ikuti Kejuaraan Jakarta Nasional 2026

2.400 Peserta Ikuti Jakarta Nasional Pencak Silat di GOR Ciracas

Sebanyak 2.400 peserta mengikuti Kejuaraan Jakarta Nasional Pencak Silat 2026 di GOR Ciracas, Jakarta Timur. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (6/11/2026) hingga Minggu (8/11/2026).

Pembina Jakarta Nasional Pencak Silat 2026, H. Iskandar mengatakan, selain untuk mencari bibit unggul, kegiatan ini juga untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperkuat pelestarian pencak silat sebagai olahraga dan warisan budaya Indonesia.

“Kejuaraan ini diikuti 2.400 peserta dari 15 provinsi. Mereka pelajar SD, SMP, SMA, dan sederajat,” katanya.

Kompetisi dibagi ke dalam sejumlah kategori, yakni jalur prestasi, pemasalan, dan tradisi, dengan cabang pertandingan meliputi seni tradisi, tanding, tunggal, ganda, dan regu.

Kegiatan ini bertujuan menghadirkan empat aspek utama pencak silat dalam satu kompetisi, yaitu aspek bela diri, olahraga, mental spiritual, dan seni budaya.

Menurutnya, pencak silat tidak hanya dikembangkan sebagai cabang olahraga prestasi, tetapi juga harus tetap mempertahankan nilai tradisi yang menjadi karakter dan identitas budaya Indonesia.

Tradisinya tidak boleh ditinggalkan. Karena pencak silat merupakan budaya asli Indonesia yang harus terus dikembangkan, baik di dalam negeri maupun didorong ke luar negeri. Sehingga dapat menjadi karakter dan identitas pencak silat Indonesia di tingkat global.

Sementara itu, Ketua Panitia Jakarta Nasional Pencak Silat 2026, Anita, menambahkan, kejuaraan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya yang bertujuan menyediakan ruang bagi para pencinta pencak silat untuk mengembangkan minat, bakat dan kemampuan.

“Untuk menjaga transparansi pertandingan, kami menerapkan sistem penilaian digital. Sehingga peserta dapat melihat hasil penilaian secara langsung,” katanya.

Para peserta yang meraih juara, memperoleh sertifikat, medali, piala dan uang pembinaan bagi para juara. Diharapkan kejuaraan ini dapat terus meningkatkan kualitas dan kuantitas penyelenggaraan pada tahun-tahun mendatang.

Melalui Jakarta Nasional Pencak Silat 2026, diharapkan semakin banyak pesilat muda yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi, mengikuti kompetisi secara berjenjang, dan membawa nama perguruan, daerah, hingga Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Adapun 15 provinsi yang mengirimkan atlet silatnya adalah, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogjakarta, Papua, Banten, Sumatra Barat, Nusa Tenggara Timur, Jambi, Nusa Tenggara Barat, Bali, Lampung, Sumatra Selatan, Riau.

Sekretaris IPSI Provinsi DKI Jakarta,. Wahyu Supriatna, mengapresiasi penyelenggaraan Jakarta Nasional Pencak Silat 2026 yang mampu menarik sekitar 2.400 peserta. Kejuaraan ini menjadi salah satu ajang mencari bibit unggul berprestasi si cabang olahraga pencak silat.

“IPSI DKI Jakarta turut melakukan pemantauan terhadap atlet-atlet yang memiliki potensi selama kejuaraan berlangsung,” katanya.

Pemantauan tidak hanya ditujukan kepada peserta yang berhasil meraih juara, tetapi juga pesilat yang dinilai memiliki bakat dan peluang untuk berkembang. Karena biasanya dari kejuaraan seperti ini banyak atlet yang berkembang hingga masuk ke pemusatan latihan daerah maupun tingkat nasional.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...