Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela Amerika Serikat membuka peluang bagi oposisi untuk memperketat pengawasan terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump. Salah satu kebijakan yang berpotensi menjadi sasaran adalah keterlibatan Washington dalam perang melawan Iran.
Kendali Demokrat di Kongres memberikan ruang lebih besar untuk memengaruhi keputusan anggaran dan menghambat sejumlah agenda pemerintahan Trump, termasuk kebijakan luar negeri.
Direktur Program AS dan Amerika Utara Chatham House, Laurel Rapp, menilai konflik Iran berpeluang menjadi salah satu isu utama yang dipersoalkan anggota Kongres. Serangan Amerika Serikat terhadap Iran telah mendorong kenaikan harga bahan bakar dan menambah tekanan biaya hidup masyarakat.
Rapp mengatakan, Demokrat dapat memanfaatkan pemungutan suara di DPR dan Senat untuk membatasi kewenangan pemerintah dalam menjalankan perang. Namun, upaya tersebut belum tentu mampu menghentikan kebijakan Trump.
Salah satu kendalanya adalah mekanisme veto presiden. Untuk mengesampingkan veto, sebuah rancangan undang-undang harus memperoleh dukungan minimal dua pertiga suara di DPR dan Senat.
Peneliti senior German Marshall Fund, JC Lintzenich, mengingatkan bahwa kemenangan Demokrat hanya mengubah komposisi Kongres, bukan posisi presiden. Trump tetap memiliki kewenangan besar dalam menentukan arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat.
Menurut Lintzenich, kebijakan luar negeri masih berada di bawah kendali presiden bersama para pejabat yang ditunjuknya. Meski demikian, Kongres dapat meningkatkan pengawasan dan memengaruhi alokasi pendanaan untuk sejumlah kepentingan luar negeri, termasuk bantuan bagi Ukraina.
Sementara itu, Kepala Ekonom Berenberg Holger Schmieding memperkirakan Trump akan menghadapi lebih banyak hambatan setelah Demokrat menguasai Kongres.
Ia menilai Kongres kemungkinan tidak akan mudah menyetujui pendanaan untuk perang, terutama konflik Iran. Namun, tekanan politik tersebut juga berpotensi membuat Trump semakin agresif dalam mengambil langkah geopolitik.
Dengan demikian, kemenangan Demokrat dapat mempersempit ruang gerak Trump melalui pengawasan dan pengendalian anggaran. Namun, hasil pemilu sela tersebut tidak serta-merta mencabut kewenangan presiden untuk menjalankan kebijakan luar negeri.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi
