Metropolitan

Ekspor Jakarta September 2026 Turun 19,76 Persen, Perhiasan Anjlok Tajam

Nilai ekspor Jakarta pada September 2026 tercatat sebesar US$1,24 miliar. Angka tersebut turun 19,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, terutama akibat melemahnya kinerja ekspor nonmigas, termasuk komoditas logam mulia dan perhiasan permata.

Kepala BPS Jakarta Kadarmanto mengatakan, pelemahan ekspor bulanan terutama dipengaruhi penurunan kinerja sektor nonmigas. Nilai ekspor nonmigas berkurang US$ 305,69 juta atau 19,73% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Salah satu komoditas yang mengalami penurunan paling besar adalah logam mulia dan perhiasan permata. Komoditas tersebut mencatat penurunan sebesar 86,98% pada September 2026.

Selain nonmigas, ekspor minyak dan gas bumi (migas) Jakarta juga mengalami penurunan. BPS mencatat nilai ekspor migas berkurang US$ 1,03 juta atau 39,92% dibandingkan September 2025.

Penurunan ekspor bulanan tersebut turut memengaruhi capaian kumulatif Jakarta sepanjang Januari-September 2026. Dalam periode tersebut, nilai ekspor tercatat sebesar US$ 12,29 miliar atau turun 3,95% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala BPS Jakarta Kadarmanto menjelaskan, penurunan kumulatif terutama dipengaruhi melemahnya sektor industri pengolahan. Sektor tersebut memiliki andil sebesar 96,77% terhadap ekspor nonmigas Jakarta.

Secara keseluruhan, ekspor nonmigas selama Januari-September 2026 mencapai US$ 12,25 miliar, turun 4,15%. Penurunan hasil industri pengolahan tercatat sebesar US$ 412,83 juta atau 3,35%.

Komoditas logam mulia dan perhiasan permata serta alas kaki menjadi penyumbang penurunan ekspor industri pengolahan. Masing-masing mencatat penurunan sebesar 16,78% dan 8,76%.

Di sisi lain, ekspor migas justru menunjukkan pertumbuhan secara kumulatif. Nilainya mencapai US$ 51,32 juta atau meningkat 93,15% dibandingkan Januari-September 2025.

Ekspor hasil pertambangan dan sektor lainnya juga mengalami peningkatan sebesar US$ 30,49 juta atau 30,53%. Namun, pertumbuhan pada kedua sektor tersebut belum mampu mengimbangi penurunan ekspor industri pengolahan dan sektor pertanian, kehutanan, serta perikanan yang turun 40,64%.

Penurunan ekspor Jakarta pada September 2026 menunjukkan tekanan terhadap perdagangan luar negeri daerah tersebut, terutama dari kelompok komoditas nonmigas.

Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...