World

Israel Ancam Lanjutkan Operasi Militer terhadap Iran, Hizbullah Jadi Sasaran Peringatan

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menegaskan operasi militer negaranya terhadap Iran belum berakhir. Ia juga memperingatkan kelompok Hizbullah di Lebanon agar tidak terlibat dalam serangan terhadap Israel karena berisiko menghadapi serangan balasan besar.

Pernyataan tersebut disampaikan Katz dalam acara peringatan tentara Israel yang tewas dalam konflik sebelumnya, Minggu (8/11/2026). Dalam kesempatan itu, ia menuding Iran masih berupaya mengembangkan senjata nuklir yang dianggap mengancam keamanan Israel.

Katz menyebut Teheran berusaha menghidupkan kembali ambisi nuklirnya meskipun sebelumnya telah menghadapi serangan militer gabungan Israel dan Amerika Serikat.

“Mengenai Iran, misi ini masih belum selesai. Iran sedang mencoba memperbarui upaya mereka untuk mendapatkan senjata nuklir,” ujar Katz seperti dikutip AFP.

Selain Iran, Katz turut mengarahkan peringatannya kepada Hizbullah. Ia mengatakan Israel tidak akan menarik pasukannya dari sejumlah wilayah yang disebut sebagai zona keamanan, termasuk Gaza, Lebanon, dan Suriah.

Katz juga memperingatkan Hizbullah agar tidak bergabung dengan Iran apabila terjadi serangan terhadap Israel. Menurutnya, kelompok tersebut akan menghadapi konsekuensi militer yang berat jika mengambil langkah tersebut.

Pernyataan itu muncul di tengah situasi keamanan Timur Tengah yang masih diwarnai konflik berkepanjangan. Sejak perang pecah setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, militer Israel telah melancarkan operasi besar di Jalur Gaza dan memperluas keterlibatan militernya ke Lebanon serta Suriah.

Di sisi lain, situasi politik dalam negeri Israel juga mengalami perkembangan setelah pemilu pada 27 Oktober 2026. Rival politik Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Gadi Eisenkot, mendapat tugas membentuk pemerintahan baru.

Eisenkot sebelumnya mengingatkan militer agar tidak terlibat dalam peperangan hanya untuk memenuhi kepentingan politik. Sementara itu, laporan Channel 12 menyebut Netanyahu dan badan intelijen Mossad sempat merencanakan operasi rahasia terhadap Iran menjelang pemilu, tetapi rencana tersebut dilaporkan berhasil dicegah oleh Amerika Serikat.

Perkembangan ini menambah ketidakpastian situasi kawasan, terutama setelah munculnya pernyataan Israel yang menegaskan belum akan mengakhiri misi militernya terhadap Iran dan tetap mempertahankan kehadiran pasukan di sejumlah wilayah konflik.

Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...