Sejumlah anggota Partai Republik mulai menyuarakan kritik terhadap kepemimpinan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setelah partai tersebut mengalami kekalahan dalam pemilu sela (midterm election) pada 3 November 2026. Sejumlah politikus menilai kebijakan dan strategi kepemimpinan partai turut memengaruhi hasil pemungutan suara.
Anggota DPR Greg Steube dari Florida menilai para pemimpin Republik tidak lagi berpegang pada prinsip partai dan justru menjalankan pemerintahan dengan pendekatan yang didasarkan pada ketakutan.
Kritik serupa disampaikan anggota DPR Marlin Stutzman dari Indiana. Ia menilai perlu ada pihak di Gedung Putih yang bertanggung jawab atas kekalahan tersebut. Stutzman secara khusus menyoroti penasihat senior Gedung Putih Stephen Miller.
Selain itu, sejumlah politikus Republik turut mengkritik penanganan perang Iran oleh Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Kebijakan perdagangan, termasuk perang tarif yang diterapkan pemerintahan Trump, juga menjadi sorotan karena dinilai berdampak pada kenaikan harga barang bagi masyarakat AS.
Anggota Kongres Don Bacon menyebut pemilu sela kali ini sebagai referendum terhadap kepemimpinan Trump. Pernyataan tersebut disampaikan setelah wilayah Nebraska yang selama puluhan tahun menjadi basis suara Republik beralih memenangkan kandidat Demokrat.
Sementara itu, anggota DPR Mike Lawler menilai buruknya situasi politik Partai Republik turut memengaruhi hasil pemilu. Ia bahkan menggambarkan beratnya persaingan dengan mengatakan bahwa Yesus Kristus sekalipun bisa kalah jika maju sebagai kandidat Republik dalam kondisi tersebut.
Berdasarkan hasil penghitungan sementara yang dikutip CNN Indonesia dari New York Times, Demokrat memperoleh 54 kursi di Senat, sedangkan Republik meraih 44 kursi. Di DPR, Demokrat memperoleh 238 kursi, sementara Republik mendapatkan 147 kursi.
Hasil tersebut memicu perdebatan internal Partai Republik mengenai kepemimpinan, strategi politik, serta kebijakan pemerintahan Trump menjelang periode politik berikutnya.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi
