Gelombang demonstrasi di Prancis semakin meluas setelah berbagai kelompok masyarakat menyuarakan ketidakpuasan terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah. Presiden Emmanuel Macron menjadi sasaran kritik karena dinilai belum mampu menjawab persoalan upah rendah dan ketimpangan yang dirasakan pekerja.
Aksi nasional pada Kamis (5/11/2026) melibatkan pegawai pemerintah, guru, pekerja transportasi, pelajar, hingga anggota serikat pekerja. Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat sebanyak 575.000 orang turun ke jalan. Namun, Konfederasi Umum Buruh (CGT) memperkirakan jumlah peserta mencapai 1,6 juta orang.
Pemimpin CGT Sophie Binet menilai pendapatan pekerja saat ini tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ia juga menuding pemerintah lebih mengutamakan kepentingan kelompok kaya, perusahaan multinasional, dan sektor keuangan dibandingkan masyarakat pekerja.
Kritik terhadap pemerintah turut disampaikan Wali Kota Saint-Denis, Bally Bagayoko. Ia menilai ketimpangan ekonomi masih menjadi persoalan besar di Prancis dan pemerintah belum memberikan solusi yang memadai bagi masyarakat.
Para demonstran tidak hanya menuntut kenaikan upah dan penanganan biaya hidup. Mereka juga meminta pemerintah mengurangi anggaran militer serta penegakan hukum dalam negeri, kemudian mengalihkan dana tersebut untuk memperkuat layanan sosial.
Di Paris, massa menggelar aksi mogok dan berbaris melewati sejumlah jalan utama. Demonstrasi tersebut menyebabkan Menara Eiffel ditutup sementara. Aksi serupa juga berlangsung di berbagai wilayah melalui hampir 200 unjuk rasa.
Perdana Menteri Sébastien Lecornu sebelumnya telah mengundang perwakilan serikat pekerja untuk berdialog pada Senin (2/11/2026). Namun, langkah tersebut belum menghentikan protes. Serikat pekerja bahkan telah menjadwalkan demonstrasi lanjutan pada Sabtu (7/11/2026).
Gelombang protes ini bermula sejak akhir September dari kalangan pelajar yang mempersoalkan kondisi sekolah, kekurangan guru, dan infrastruktur pendidikan. Gerakan tersebut kemudian meluas setelah mendapat dukungan kelompok masyarakat lainnya.
Reinasya Mutiara Srindari – Redaksi
