World

Polisi Israel Ragukan Dugaan Kecurangan Pemilu yang Diajukan Kubu Netanyahu

Dua penyelidikan dugaan kecurangan pemilu Israel yang diajukan kubu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terancam dihentikan setelah polisi tidak menemukan bukti kuat untuk mendukung tuduhan tersebut.

Dikutip dari CNN Indonesia, Minggu (8/11/2026), penyelidikan pertama berkaitan dengan dugaan suap terhadap pemilih yang melibatkan tiga aktivis partai Arab. Ketiganya ditangkap pada 27 Oktober 2026, saat pemungutan suara berlangsung, karena diduga berupaya memengaruhi pemilih agar mendukung Partai Ra’am.

Namun, laporan Channel 12 menyebut kasus tersebut kemungkinan ditutup apabila tidak ditemukan bukti baru. Ketiga aktivis yang sebelumnya ditangkap juga telah dibebaskan.

Penyelidikan kedua menyangkut dugaan pendanaan asing untuk mendukung Joint List, partai politik yang mewakili warga Arab di Israel. Namun, penanganan kasus ini justru memunculkan ketegangan antara kepolisian dan badan intelijen Israel, Shin Bet.

Kepala Shin Bet David Zini, yang ditunjuk langsung oleh Netanyahu, terlibat dalam kedua penyelidikan tersebut. Sejumlah pejabat kepolisian mempertanyakan langkah Zini karena dinilai membesar-besarkan dugaan campur tangan asing sebagai ancaman keamanan nasional.

Wakil Komisaris Kepolisian Israel Boaz Blatt bahkan melarang bawahannya memberikan informasi terkait penyelidikan kepada Shin Bet tanpa persetujuannya.

Seorang pejabat senior kepolisian menyatakan pihaknya telah kehilangan kepercayaan terhadap Zini. Perbedaan pandangan juga terlihat dalam penilaian terhadap dugaan pendanaan asing yang dinilai kepolisian sebagai persoalan kriminal, bukan ancaman keamanan nasional.

Situasi tersebut menambah tekanan politik terhadap Netanyahu setelah koalisi sayap kanannya gagal memperoleh mayoritas minimal 61 kursi di parlemen dalam pemilu 27 Oktober 2026. Koalisi Netanyahu hanya meraih 53 kursi, sementara aliansi rivalnya yang dipimpin Gadi Eisenkot memperoleh 48 kursi.

Di sisi lain, partai-partai Arab berhasil mencatatkan perolehan tertinggi sepanjang sejarah dengan mengamankan 19 kursi di Knesset. Hasil tersebut menjadi pencapaian terbesar bagi partai-partai Arab sejak pertama kali masuk parlemen Israel.

Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...