Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Jakarta belum ditetapkan dalam status Siaga 1 meski terdapat pengerahan ribuan personel TNI untuk mempertebal pengamanan di Ibu Kota.
Pramono mengatakan, hingga Kamis (5/11/2026), belum ada koordinasi dari pihak terkait mengenai penetapan status tersebut. Ia juga mengaku tidak mendengar adanya pembahasan Siaga 1 dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Menurutnya, rapat yang dihadiri unsur TNI dan Polri tersebut berlangsung seperti biasa dan membahas antisipasi banjir di Jakarta.
“Sampai hari ini enggak ada, wong kita juga rapat baik-baik saja. Jadi saya tidak mendengar itu,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta.
Ia menegaskan, sebagai kepala daerah, dirinya pasti akan menerima koordinasi apabila Jakarta benar-benar ditetapkan dalam status Siaga 1.
“Kalau ada Siaga 1 pasti saya dikoordinasikan,” katanya.
Meski membantah adanya penetapan status tersebut, Pramono menyatakan dukungan terhadap pengerahan personel TNI untuk memperkuat pengamanan Ibu Kota. Ia menilai urusan keamanan dan pertahanan merupakan kewenangan pemerintah pusat.
Pramono juga menyebut Jakarta memiliki posisi strategis sebagai ibu kota negara, kota global, sekaligus pusat perekonomian nasional. Karena itu, ia mengapresiasi langkah penebalan pengamanan yang dilakukan aparat.
Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Muhammad Nas menyatakan pengerahan pasukan ke Jakarta merupakan bagian dari upaya menjaga kesiapsiagaan prajurit.
Nas menjelaskan, pengerahan personel merupakan hal yang biasa dilakukan TNI untuk memastikan kesiapan dalam menjalankan tugas. Ia juga meminta masyarakat tidak mengaitkan langkah tersebut dengan isu lain yang berkembang.
“Enggak perlu dikaitkan dengan isu apa pun,” ujarnya.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi
