Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan menyebut Presiden Prabowo Subianto berkomitmen menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Menurutnya, langkah pengusutan dugaan makar yang dikaitkan dengan kasus penyadapan menjadi salah satu bentuk penegasan komitmen tersebut.
Syahganda mengatakan, pemerintahan Prabowo ingin mengubah paradigma penegakan hukum yang selama ini kerap dinilai tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas.
“Penangkapan oknum jenderal penyadap pembangkang yang terindikasi makar menegaskan tidak ada lagi yang kebal aturan,” kata Syahganda, Minggu (8/11).
Ia menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut juga menjadi pesan bagi seluruh pejabat dan birokrat bahwa berbagai fasilitas yang mereka peroleh bersumber dari rakyat.
Syahganda menambahkan, Prabowo ingin menegaskan peran penting petani dan nelayan dalam kehidupan bangsa. Menurutnya, kedua kelompok masyarakat tersebut merupakan pahlawan karena terus bekerja memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Ia menyebut komitmen pemerintah dalam memperhatikan kesejahteraan masyarakat diwujudkan melalui sejumlah program. Di antaranya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Sekolah Rakyat, Perlindungan Sosial (Perlinsos), Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta perbaikan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di bidang pertanian, Syahganda menyoroti kebijakan pemerintah yang memangkas berbagai regulasi untuk mempermudah akses petani terhadap pupuk bersubsidi.
Menurutnya, penyederhanaan aturan tersebut membuat proses mendapatkan pupuk menjadi lebih mudah. Ia juga menyinggung peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) yang disebut telah mencapai angka 132.
“Kini, pupuk gampang didapat. Angka Nilai Tukar Petani tembus 132, paling tinggi yang pernah ada,” kata Syahganda.
Selain itu, ia mengklaim Indonesia telah mencapai swasembada untuk delapan komoditas selama dua tahun pemerintahan Prabowo. Produksi beras nasional juga disebut mencatatkan angka tertinggi sepanjang sejarah, disertai penguatan cadangan beras.
Meski demikian, Syahganda menegaskan bahwa upaya pemerintah dalam menjalankan pembangunan nasional masih harus terus dilanjutkan. Ia menilai persatuan menjadi modal penting untuk mencapai tujuan tersebut.
“Perjuangan belum selesai. Persatuan adalah modal terbesar kita,” tegas Syahganda.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi
