Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan kehadiran penuh negara dalam menangani bencana di berbagai wilayah terdampak. Pemerintah telah mengerahkan lebih dari 50.000 personel TNI dan Polri (setara 50 batalion) serta mengoperasikan lebih dari 60 helikopter dan belasan pesawat setiap hari untuk menjangkau daerah-daerah terisolasi dari Pangkalan Udara Soewondo dan Halim Perdanakusuma.
Sebagai langkah cepat, Presiden menyalurkan dana operasional taktis sebesar Rp 20 miliar per gubernur dan Rp 4 miliar per bupati/wali kota di 52 daerah terdampak. Dana ini dikirim langsung agar pemerintah daerah dapat segera mengambil tindakan lapangan tanpa hambatan birokrasi, di luar anggaran pemulihan utama.
Terkait infrastruktur, pemerintah menargetkan pembangunan 2.000 unit rumah dan pengiriman 1.000 unit alat berat, termasuk ekskavator dan truk tangki air bersih. Saat ini, sebanyak 50 jembatan Bailey tengah dikerjakan dengan 7 di antaranya telah rampung.
Presiden menekankan bahwa pemulihan total membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga bulan mengingat luasnya dampak kerusakan.
Selain itu, Presiden juga memastikan koordinasi lintas kementerian, mulai dari PU, PLN, Kemenkes, hingga BMKG tetap siaga di lapangan. Fokus utama saat ini adalah percepatan pemulihan jaringan listrik dengan tetap mengutamakan keselamatan warga, serta memastikan distribusi logistik ke wilayah yang belum bisa diakses melalui jalur darat terus berjalan melalui operasi udara.
Zahra Rahmanda Oktafiani – Redaksi

