Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyatakan kesiapan menerjunkan personel tambahan ke tiga provinsi terdampak banjir bandang dan longsor, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Langkah ini diambil untuk mempercepat proses pemulihan infrastruktur serta distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak pascabencana.
Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto mengatakan, penambahan personel TNI akan difokuskan pada tahap rekonstruksi dan rehabilitasi. Personel tersebut akan dilibatkan dalam pembangunan jembatan darurat Bailey, hunian sementara dan hunian tetap, pembersihan lumpur serta material kayu, hingga normalisasi akses jalan.
Selain itu, personel tambahan TNI juga akan melanjutkan distribusi logistik, penyediaan air bersih, layanan kesehatan, serta pendampingan pemulihan trauma bagi warga terdampak. Seluruh personel tersebut akan bahu-membahu bersama 36.363 prajurit TNI yang sebelumnya telah diterjunkan ke lokasi bencana.
“Akan ada penambahan personel, yaitu dalam tahap rekonstruksi dan rehabilitasi nanti dari Batalyon Zeni, Yon TP, dan tenaga kesehatan,” ujar Agus dalam konferensi pers penanganan bencana Sumatra di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (19/12).
Sementara itu, Polri juga menyiapkan penguatan personel dengan menurunkan 239 anggota tambahan yang saat ini dalam perjalanan menuju wilayah terdampak. Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa seluruh personel tersebut ditargetkan tiba pada Selasa pekan depan (23/12).
“Penambahan personel ini akan ditugaskan untuk melaksanakan tugas-tugas lanjutan yang diperintahkan, khususnya mendukung pembangunan hunian sementara serta program pemulihan lainnya,” tutur Listyo.
Listyo menambahkan, hingga saat ini Polri telah mengerahkan 11.625 personel untuk mengakselerasi pemulihan pascabencana. Rinciannya, Polda Aceh menurunkan 5.064 personel, Polda Sumatra Utara 4.277 personel, dan Polda Sumatra Barat 2.284 personel. Mereka bertugas dalam proses identifikasi korban (DVI), pendirian posko satuan tugas bencana, serta pendampingan trauma healing.
Selain penguatan personel di lapangan, Polri juga menyiagakan 1.000 personel cadangan mengingat bertepatan dengan pelaksanaan Operasi Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kekuatan tersebut tetap dapat digerakkan sewaktu-waktu apabila dibutuhkan untuk mendukung penanganan bencana di Sumatra.
Tak hanya itu, Polri juga menerjunkan relawan ke wilayah terdampak. “Ada 7.269 relawan yang kami rekrut dan saat ini kami dorong ke Sumatra Barat, Aceh, dan Sumatra Utara,” pungkas Listyo.
Akbari Danico – Redaksi

