Presiden RI Prabowo Subianto menghentikan laju mobil kepresidenan saat dalam perjalanan menuju lokasi pembangunan jembatan bailey di Sungai Garoga, Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu (31/12). Prabowo turun dari kendaraan untuk menyapa para personel kepolisian yang masih bertugas melakukan pencarian korban hilang dengan bantuan anjing pelacak K-9.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo berbincang langsung dengan para personel yang telah bertugas selama lebih dari tiga pekan di wilayah terdampak bencana. Salah seorang anggota polisi menyampaikan bahwa tim telah bekerja selama 22 hari di Matauli dan 24 hari di Sibolga. Prabowo menyampaikan apresiasi atas dedikasi para petugas.
“Terima kasih semuanya,” ujar Prabowo, yang dijawab serempak dengan kesiapan oleh para personel.
Presiden kemudian menjabat tangan para petugas satu per satu sambil menanyakan asal daerah mereka, yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, seperti Flores, Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Kepulauan Talaud, serta Manado, Sulawesi Utara. Prabowo juga memastikan kondisi fisik dan mental para personel.
“Masih kuat?” tanya Prabowo, yang dijawab dengan tegas, “Siap, masih kuat!”
Selain menyapa petugas, Prabowo juga meluangkan waktu untuk menyambut antusiasme warga setempat yang ingin bersalaman. Setelah itu, Presiden melanjutkan perjalanan menuju lokasi jembatan bailey di Sungai Garoga.
Kunjungan ini merupakan bagian dari peninjauan langsung Presiden terhadap upaya pemulihan pascabencana di Tapanuli Selatan. Prabowo menutup akhir tahun dengan memastikan berbagai langkah pemulihan berjalan sesuai rencana, termasuk pembangunan jembatan bailey sebagai akses vital masyarakat.
Prabowo tiba di Bandara Raja Sisingamangaraja XII Silangit, Tapanuli Utara, pada pukul 11.40 WIB, sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan helikopter Caracal menuju area PTPN IV di Tapanuli Selatan dan menyusuri jalur darat menuju lokasi jembatan.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi sejumlah pejabat, antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak selaku Komandan Satgas Jembatan Penanganan Dampak Bencana di Sumatera, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Akbari Danico – Redaksi

