National

Tenaga Medis dan Psikiater Dikerahkan Layani Warga Pascabencana

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak hanya memberikan layanan kesehatan fisik, tetapi juga layanan psikososial bagi korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Program ini ditujukan untuk membantu pemulihan trauma masyarakat pascabencana.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa layanan tersebut dilaksanakan secara berkala di setiap kabupaten dan kota. Pendekatan ini menempatkan kesehatan mental sebagai bagian penting dari proses pemulihan.

Abdul Muhari menjelaskan bahwa layanan psikososial diberikan tidak hanya kepada anak-anak, tetapi juga kepada para ibu dan keluarga terdampak. BNPB melibatkan tenaga ahli seperti dokter, psikiater, serta relawan untuk melaksanakan kegiatan pendampingan. Program ini dirancang berlangsung berkelanjutan agar dampaknya terasa dalam jangka panjang. Tujuannya adalah membantu masyarakat pulih secara bertahap dari trauma bencana.

Selain layanan psikososial, BNPB juga mempercepat perbaikan fasilitas umum yang rusak akibat banjir, termasuk sekolah dan madrasah. Beberapa fasilitas pendidikan yang sempat tertutup lumpur kini sudah dapat difungsikan kembali. BNPB berharap kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan pada awal semester genap, pekan pertama Januari. Upaya ini dipandang penting untuk memulihkan ritme kehidupan sosial masyarakat.

Untuk sekolah yang mengalami kerusakan berat, BNPB menyiapkan tenda darurat sebagai ruang belajar sementara. Langkah ini memastikan hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi meski infrastruktur belum sepenuhnya pulih. Solusi sementara ini diharapkan mencegah terjadinya kekosongan proses belajar mengajar. Dengan demikian, pemulihan pascabencana tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga sosial dan psikologis masyarakat.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...