Perum BULOG memanfaatkan Gedung Olahraga Sport Center Aceh Tamiang sebagai gudang penyimpanan cadangan beras untuk warga terdampak bencana. Langkah ini dilakukan setelah sebagian besar pengungsi mulai meninggalkan gedung-gedung yang sebelumnya digunakan sebagai tempat pengungsian.
BULOG telah memperoleh izin resmi untuk menggunakan fasilitas olahraga tersebut sebagai gudang darurat. Kebijakan ini bertujuan menjamin ketersediaan pangan selama masa pemulihan. GOR tersebut diperkirakan mampu menampung sekitar 50 hingga 60 ton beras. Setiap tumpukan disusun menggunakan palet plastik untuk menjaga kualitas dan kelembapan beras agar tetap layak konsumsi. Pengelolaan gudang melibatkan sinergi lintas instansi, termasuk dukungan personel TNI dari lima batalyon di Aceh. Personel tersebut membantu proses penataan, pengamanan, dan distribusi stok pangan.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana, jumlah pengungsi akibat banjir dan longsor menunjukkan tren penurunan signifikan. Hingga 30 Desember, tercatat sekitar 395.795 jiwa masih berada di pengungsian, turun jauh dari puncak yang mencapai sekitar satu juta jiwa. Penurunan ini dipengaruhi oleh pulihnya akses transportasi di sejumlah wilayah Sumatra. Jalur utama seperti Banda Aceh–Medan dan penghubung antarwilayah mulai kembali berfungsi.
Meski demikian, BNPB tetap memprioritaskan pemenuhan logistik bagi ratusan ribu warga yang belum dapat kembali ke rumah. Distribusi pangan masih menjadi fokus utama di daerah yang aksesnya belum sepenuhnya pulih. Perbaikan infrastruktur seperti jembatan di jalur Bener Meriah–Bireuen terus dikebut untuk memperlancar arus logistik. Upaya ini dipandang penting untuk memastikan ketahanan pangan tetap terjaga selama masa transisi pemulihan.
Alexander Jason – Redaksi

