National

Suara dari Tapanuli Selatan: Warga Merasakan Kehadiran Negara Pascabencana

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk hadir sejak awal bencana banjir bandang dan longsor melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir November. Berbagai sumber daya dikerahkan untuk menangani dampak bencana sekaligus memulihkan wilayah terdampak. Kehadiran negara ini dirasakan langsung oleh masyarakat di lapangan. Respons tersebut dipandang sebagai bagian dari tanggung jawab negara dalam situasi krisis.

Salah satu warga terdampak, Artika dari Desa Batu Hula, Kabupaten Tapanuli Selatan, menyatakan bahwa bantuan pemerintah telah hadir sejak hari-hari awal bencana. Ia menyebut adanya posko kesehatan dan posko makanan sebagai bentuk nyata kehadiran negara. Artika juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas perhatian yang diberikan kepada para penyintas. Pengakuan ini mencerminkan pengalaman langsung warga terhadap respons pemerintah.

Meski demikian, Artika masih berharap agar sekolah-sekolah di wilayahnya segera pulih agar kegiatan belajar dapat kembali normal. Harapan ini mulai terjawab setelah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa sekitar 95 persen sekolah terdampak di Sumatra Utara telah siap digunakan. Sekolah-sekolah tersebut ditargetkan mulai beroperasi kembali pada awal semester genap, 5 Januari 2026. Pemulihan ini didorong oleh kerja sama pemerintah, masyarakat, dan relawan.

Ungkapan terima kasih serupa juga disampaikan Siska, warga Perkebunan Batang Toru di Tapanuli Selatan. Ia menyatakan kondisi desa perlahan membaik dan berharap pemulihan dapat segera tuntas. Siska mengapresiasi bantuan dana yang disalurkan pemerintah ke desa-desa terdampak. Harapan warga ini menegaskan pentingnya keberlanjutan dukungan negara hingga proses pemulihan benar-benar selesai.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...