Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) mulai membersihkan sejumlah kantor di pemerintahan daerah Aceh, khususnya di Aceh Tamiang. Kegiatan ini dilakukan untuk mempercepat aktivitas dan pelayanan publik pascabencana. Lumpur yang menggenangi ruangan dibersihkan.
Menurut pernyataan diterima di Jakarta, Senin (5/1), Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya ikut serta dalam keberangkatan para praja IPDN ke Aceh Tamiang dan memberikan pengarahan kepada praja yang bertugas dan mengingatkan bahwa mereka berada di medan perjuangan.
Para praja tampak bahu-membahu menyerok lumpur yang menggenangi ruangan. Alat-alat kantor seperti meja dan kursi disisihkan dulu untuk bisa leluasa membersihkan lumpur. Sejumlah peralatan kantor yang rusak dipilah.
Praja Madya IPDN, Yohanes D Busawe mengatakan, di Aceh Tamiang, satuan praja madya dan praja muda IPDN kampus Jatinangor dan kampus daerah melaksanakan pembersihan gedung Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Kabupaten Aceh Taming. Praja asal Papua Barat Daya itu mengatakan, para praja saling membantu dan bergotong-royong agar kantor bersih kembali dan dapat segera melakukan pelayanan kepada masyarakat.
Sebelumnya, sebanyak 1.138 praja IPDN dikirim ke Aceh Tamiang untuk membersihkan kantor-kantor pemerintahan yang terdampak banjir. Pemberangkatan ribuan praja itu dilakukan bertahap. Kloter pertama diberangkatkan sebanyak 413 orang pada Sabtu 3 Januari. Selanjutnya, kloter kedua dan ketiga diberangkatkan pada Minggu 4 Januari dan Senin 5 Januari.
Sebanyak 413 praja yang tiba lebih dulu kemudian diarahkan ke bangunan besar semi-terbuka, di dalamnya terdapat tandu-tandu lipat sebagai tempat tidur mereka. Para praja berjalan di atas lumpur, di antaranya ada yang membawa Bendera Merah Putih dan menancapkannya di lokasi sekitar bangunan.
Lumpur yang menggenangi ruangan dibersihkan. Para praja tampak bahu-membahu menyerok lumpur yang menggenangi ruangan. Alat-alat kantor seperti meja dan kursi disisihkan dulu untuk bisa leluasa membersihkan lumpur. Sejumlah peralatan kantor yang rusak dipilah.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

