Amerika Serikat menyatakan Presiden Donald Trump bersama para penasihatnya tengah membahas sejumlah opsi untuk mengambil alih Greenland. Dalam pernyataan resmi, Gedung Putih menegaskan bahwa akuisisi wilayah tersebut menjadi prioritas keamanan nasional pemerintahan Trump saat ini.
Gedung Putih menyebut pengambilalihan Greenland dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk opsi penggunaan kekuatan militer. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa seluruh pilihan masih terbuka dalam pembahasan internal pemerintah AS.
“Penggunaan militer AS selalu menjadi pilihan,” demikian pernyataan Gedung Putih, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (6/1).
Sumber di lingkungan pemerintahan AS menyebut opsi lain yang turut dipertimbangkan adalah pembelian Greenland dari pemerintah Denmark. Pejabat lain menegaskan keinginan untuk memiliki Greenland tidak akan hilang begitu saja dari agenda pemerintahan Trump.
Trump sebelumnya kembali mengulang retorika imperialis dengan menyatakan AS membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional, tidak lama setelah operasi militer AS di Venezuela yang memicu kecaman internasional.
“Kami membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional, dan Denmark tidak akan mampu melakukannya,” ujar Trump kepada jurnalis di pesawat kepresidenan Air Force One.
Operasi militer AS di Venezuela yang berujung pada penculikan Presiden Nicolas Maduro dan pengumuman penguasaan minyak Venezuela memperkuat kekhawatiran komunitas internasional terhadap kebijakan ekspansionis Washington.
Dalam wawancara terpisah dengan The Atlantic, Trump kembali menegaskan pentingnya Greenland bagi kepentingan strategis AS.
“Yang jelas, kami perlu Greenland untuk pertahanan,” kata dia.
Pemerintah Denmark bersama Perdana Menteri Greenland Jens Frederik Nielsen mengecam keras pernyataan tersebut. Nielsen menegaskan Greenland tidak akan tunduk pada tekanan maupun ambisi negara lain.
“Cukup sudah cukup. Tak ada lagi tekanan. Tak ada lagi isyarat. Tak ada lagi imajinasi mencaplok Greenland,” ujar Nielsen.
Akbari Danico – Redaksi

