Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, korban bencana banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra akan mendapat bantuan Rp5 juta per keluarga untuk pemberdayaan dalam rangka pemulihan ekonomi.
“Tentu diharapkan ini bisa membuat keluarga-keluarga terdampak secara bertahap kembali pulih lewat usaha-usaha rintisan atau peningkatan keterampilan. Indeks dukungannya adalah sebesar Rp5 juta per keluarga,” kata Ipul usai rapat di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Rabu (7/1).
Gus Ipul mengatakan, penyalurannya didasarkan pada data yang ditandatangani oleh kepala daerah terdampak dan diverifikasi oleh BNPB.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengatakan, bantuan itu diberikan untuk pemberdayaan masyarakat. Setelah rehabilitas rekonstruksi, terdapat dana Rp5 juta untuk pemberdayaan yang ditopang lintas kementerian dan sector.
Per Selasa 6 Januari 2026, BNPB mengumumkan jumlah korban meninggal dalam bencana itu menjadi 1.178 jiwa. Sementara itu, jumlah pengungsi turun menjadi 242 ribu jiwa. Di Aceh terdapat sembilan Kabupaten/Kota yang masih dalam status perpanjangan tanggap darurat, sementara sembilan lainnya telah beralih ke fase transisi darurat, yaitu di Aceh Timur. Sementara Sumut dan Sumbar kini seluruhnya sudah masuk ke fase transisi darurat, termasuk Kabupaten Agam (Sumbar) yang menetapkan masuk ke status transisi darurat.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

