Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia meningkat signifikan sepanjang 2025. Total investor bertambah 5,49 juta orang atau tumbuh 36,95 persen menjadi 20,36 juta investor hingga akhir tahun.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi menyampaikan, pada Desember 2025 saja tercatat penambahan sebanyak 694 ribu investor baru di pasar modal domestik. Data tersebut disampaikan dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Desember 2025, Jumat (9/1).
Seiring pertumbuhan jumlah investor, aktivitas penghimpunan dana di pasar modal juga menunjukkan kinerja positif. Sepanjang 2025, nilai penawaran umum mencapai Rp274,80 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp220 triliun. Capaian tersebut mencakup penambahan 20 emiten baru yang melantai di bursa melalui penawaran umum perdana (IPO) dengan nilai total Rp16,21 triliun.
Di sisi lain, penggalangan dana melalui securities crowdfunding mencatatkan 27 efek baru dengan total dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp44,18 miliar. Selain itu, terdapat 12 penerbit baru yang terdaftar hingga Desember 2025.
Pada pasar keuangan derivatif, OJK telah memberikan persetujuan prinsip kepada 113 pihak. Selama Desember 2025, volume transaksi derivatif mencapai 61.613 slot. Secara tahunan (year on year/yoy), total volume transaksi tercatat sebesar 1.013.294 slot.
Sementara itu, perkembangan juga terjadi di Bursa Karbon. Hingga akhir 2025, tercatat 150 pengguna jasa yang telah terdaftar. Total volume transaksi mencapai sekitar 1,81 juta ton CO2 ekuivalen dengan nilai transaksi kumulatif sebesar Rp87 miliar.
Akbari Danico – Redaksi

