National

Rupiah Menguat ke Rp16.820 Didukung Meredanya Ketegangan Global

Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS pada Jumat (23/1), menembus level Rp16.820 per dolar AS pada penutupan perdagangan sore. Penguatan ini tercatat sebesar 76 poin atau 0,45 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), menempatkan rupiah pada posisi Rp16.838 per dolar AS.

Pergerakan rupiah terjadi di tengah fluktuasi mata uang kawasan Asia. Yen Jepang menguat 0,04 persen, baht Thailand melemah 0,23 persen, yuan China menguat 0,07 persen, peso Filipina menguat 0,10 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,21 persen. Dolar Singapura juga menguat 0,20 persen, sedangkan dolar Hong Kong tercatat stagnan pada penutupan perdagangan sore ini.

Sementara itu, mata uang utama negara maju cenderung melemah. Euro Eropa melemah 0,09 persen, poundsterling Inggris turun 0,04 persen, dan franc Swiss melemah 0,13 persen. Dolar Australia juga melemah 0,10 persen, diikuti dolar Kanada yang turun 0,02 persen.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa penguatan rupiah didorong oleh meredanya ketegangan global setelah Presiden Donald Trump menunjukkan sikap lebih lunak terkait isu Greenland.

“Rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS didukung oleh melunaknya sikap Trump mengenai hal seputar Greenland, serta pernyataan kuat akan komitmen BI mengintervensi,” ujar Lukman Leong kepada CNNIndonesia.com, Jumat (23/1).

Lukman menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar menjadi indikator penting bagi perekonomian domestik, khususnya untuk menjaga arus perdagangan dan investasi tetap kondusif. Dengan penguatan ini, diharapkan rupiah dapat mempertahankan performa positif di tengah dinamika ekonomi global.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...