Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Swiss menjadi momen penting yang membawa harapan bagi mahasiswa Indonesia di luar negeri. Prabowo diketahui mengunjungi Swiss untuk menghadiri agenda World Economic Forum (WEF) 2026.
Salah satunya adalah Sakti Dava Alam Sulistyo, yang saat ini tengah menempuh pendidikan di University of Zurich. Mahasiswa jurusan Bachelor of Business Administration itu mengaku pertemuannya dengan Prabowo menjadi pengalaman berkesan baginya.
“Jadi, ketika Bapak RI 1 datang, saya pasti ada perasaan deg-degan juga, dan pada saat saya bersalaman dengan Bapak saya menyampaikan Guten Abend, karena Bahasa Jerman (artinya) selamat malam. Karena saya tahu Bapak bisa Bahasa Jerman,” ujarnya.
Senada, mahasiswa ETH Zurich asal Indonesia Justin Anugrawi Ratomo juga mengaku grogi kala bertemu Prabowo. Kendati demikian, ia menganggap pertemuan itu sebagai pengalaman yang membanggakan sekaligus penuh rasa hormat.
Justin berharap kunjungan Prabowo ke Swiss dapat memperkuat keterlibatan diaspora Indonesia dalam pembangunan nasional. Menurutnya, peran diaspora, khususnya mahasiswa Indonesia di luar negeri, dapat menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi jangka panjang bangsa.
Diketahui, dengan mengusung tema “A Spirit of Dialogue”, WEF 2026 akan menjadi panggung bagi kehadiran 400 pemimpin politik tingkat tinggi, termasuk 65 kepala negara dan pemerintahan yang bakal hadir dalam forum itu. Selain Prabowo, sejumlah kepala negara juga hadir dalam forum tersebut, seperti Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, dan lainnya.
Sakti menilai, partisipasi Prabowo dalam forum global tersebut adalah kesempatan emas bagi Indonesia untuk membuka peluang kerja sama internasional yang lebih luas dan menghadirkan investasi asing yang berkualitas dan berkelanjutan.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

