Dalam upaya pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Selatan terus menjadi sorotan pada akhir Januari 2026. Aparat keamanan kembali ditempatkan sebagai aktor utama dalam fase lanjutan penanganan bencana. Negara berupaya menunjukkan kehadiran yang konsisten, tidak hanya pada masa tanggap darurat. Fokus kini bergeser pada pemulihan jangka menengah dan keberlanjutan kehidupan warga terdampak.
Kepolisian Daerah Sumatera Utara melalui Satuan Brimob mengerahkan kekuatan dalam Operasi Aman Nusa II. Sebanyak satu Satuan Setingkat Kompi atau 74 personel Brimob diterjunkan ke Desa Napa dan Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru. Operasi ini dipimpin langsung oleh Komandan Kompi Satuan Tugas, AKP Tahi Parulian Hutagalung, bersama unsur gabungan Tentara Nasional Indonesia dan Polri. Kehadiran personel lintas institusi ini menegaskan pendekatan terpadu dalam penanganan bencana.
Di Desa Batu Hula, fokus kegiatan diarahkan pada pendampingan warga menuju hunian sementara atau HUNTARA. Personel Brimob berkoordinasi dengan relawan serta tokoh masyarakat untuk memastikan proses relokasi berjalan tertib dan manusiawi. Sementara itu, di Desa Napa, pembukaan lahan hunian tetap atau HUNTAP mulai dilakukan sebagai langkah awal pembangunan permukiman permanen. Pekerjaan teknis didukung alat berat seperti ekskavator, loader, dan dump truck guna mempercepat proses persiapan lahan.
AKP Tahi Parulian Hutagalung menegaskan bahwa keterlibatan Brimob merupakan bagian dari tanggung jawab negara kepada masyarakat terdampak. Menurutnya, pemulihan tidak berhenti pada pembersihan sisa bencana, melainkan mencakup pendampingan menuju kehidupan yang stabil. Negara ingin memastikan transisi dari hunian sementara ke hunian tetap berjalan terencana dan berkelanjutan. Pendekatan ini mencerminkan upaya membangun kembali rasa aman dan harapan warga di wilayah terdampak.
Alexander Jason – Redaksi

