Kehadiran jembatan gantung di Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, membawa perubahan nyata bagi aktivitas warga, terutama pelajar dan guru. Akses yang sebelumnya sulit dan berisiko kini menjadi lebih aman untuk menunjang kegiatan pendidikan dan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Siti Rohmah, guru SDN 2 Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, merasakan langsung dampak positif pembangunan jembatan tersebut. Guru yang telah mengabdi selama 18 tahun ini setiap hari menyeberang dari Kampung Ciburuy, Desa Cipaganti, menuju sekolah tempatnya mengajar.
“Sejak ada jembatan, alhamdulillah hampir tidak ada lagi anak-anak yang bolos sekolah. Paling yang tidak masuk mah yang sakit saja,” ujar Siti Rohmah ditemui seusai mengajar, Jumat (23/1).
Jembatan gantung ini dibangun pada pertengahan Desember lalu dan rampung sekitar 15 hari kemudian. Warga dari dua desa yang dihubungkan jembatan ini, yakni Desa Sirnajaya dan Desa Cipaganti, bergotong royong bersama TNI dan relawan dari Vertical Rescue Indonesia (VRI), bekerja siang dan malam hingga jembatan tersebut dapat digunakan.
Siti mengatakan, sebelum jembatan dibangun, banyak murid kerap tidak masuk sekolah, terutama saat hujan turun. Mereka harus menyeberangi sungai atau melalui jalan kebun yang licin dan berbahaya, kondisi yang kerap menghambat proses belajar mengajar. Tak jarang, guru dan murid tiba di sekolah dengan pakaian basah dan kotor setelah menyeberangi sungai. Jika memilih jalur lain, waktu tempuh bisa mencapai hampir satu jam karena kondisi jalan yang rusak dan memutar.
“Kalau ke sana itu nguriling (memutar). Terus harus turun juga kan. Itu jelek jalannya. Mending jalan sini aja, gitu. Lebih cepat. Dari satu jam (sebelum ada jembatan), sekarang 20 menit. Tapi ya kalau jalan kaki mah 5 menit nyampe,” jelas Siti.
Kini, setelah jembatan gantung Cisurupan dapat digunakan, akses menuju sekolah menjadi lebih mudah dan aman. Warga berharap keberadaan jembatan ini dapat mendukung kelancaran proses belajar mengajar serta meningkatkan keselamatan masyarakat, khususnya saat musim hujan.
Siti Rohmah pun menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada pemerintah atas pembangunan jembatan tersebut.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Terima kasih banyak. Alhamdulillah, kami dan anak-anak jadi nyaman melewati jembatan ini,” ujarnya.
Kebahagiaan serupa dirasakan Ayu Mila Karmila, siswi kelas 5 SDN 2 Sirnajaya. Ia mengaku senang dengan selesainya pembangunan jembatan tersebut.
Sebelum jembatan dibangun, Ayu mengaku beberapa kali terpaksa tidak masuk sekolah saat hujan deras mengguyur kawasan Gunung Papandayan dan menyebabkan Sungai Cialit meluap.
“Kalau sekarang udah enggak pernah bolos lagi karena udah ada jembatan. Terima kasih kepada Bapak Prabowo yang sudah memperbaiki jembatan ini,” sambungnya.
Pembangunan Jembatan Gantung di Desa Sirnajaya, Cisurupan, menjadi bukti infrastruktur dasar berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam memastikan anak-anak dapat mengakses pendidikan tanpa terhambat kondisi alam dan keterbatasan akses jalan.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

