World

WHO Bantah Klaim AS Soal Penghinaan, Tanggapi Keputusan Keluar dari Organisasi

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) merespons klaim Amerika Serikat yang menuding organisasi internasional tersebut kerap menghina dan mencoreng nama baik Negeri Paman Sam. Pernyataan itu disampaikan melalui situs resmi WHO pada Sabtu (24/1).

WHO mencatat tudingan dari pemerintah AS yang menuduh organisasi telah “menjelekkan dan mencoreng” serta menghina AS, sekaligus mengompromikan independensinya.

“Tuduhan tersebut tidak benar. Seperti halnya terhadap setiap Negara Anggota, WHO selama ini selalu berupaya menjalin keterlibatan dengan Amerika Serikat secara itikad baik, dengan penuh penghormatan terhadap kedaulatannya,” bunyi pernyataan WHO.

Organisasi di bawah naungan PBB itu juga merespons keputusan AS yang resmi keluar dari WHO pada Kamis (22/1). Salah satu alasan pemerintah AS adalah penilaian bahwa WHO gagal menangani pandemi Covid-19 dan kerap menentang kepentingan Negeri Paman Sam sebagai pendonor terbesar.

“Amerika Serikat menyebut ‘kegagalan WHO selama pandemi Covid-19’ sebagai salah satu alasan keputusannya, termasuk tudingan bahwa WHO ‘menghambat pembagian informasi penting secara tepat waktu dan akurat’ serta ‘menutupi kegagalan tersebut’. Meski tidak ada satu pun organisasi atau pemerintah yang melakukan segalanya dengan sempurna, WHO tetap berdiri pada responsnya terhadap krisis kesehatan global yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tambah WHO.

Dalam pernyataannya, WHO membeberkan langkah-langkah yang telah dilakukan sejak awal pandemi, termasuk meninjau dan memantau ketat laporan pertama kasus “pneumonia misterius” di Wuhan, China pada 31 Desember 2019. Organisasi juga mengaktifkan sistem manajemen insiden daruratnya untuk menanggapi krisis kesehatan global ini.

Sepanjang pandemi, WHO menyatakan telah membagikan informasi secara cepat dan transparan, serta memberikan rekomendasi berbasis bukti kepada Negara Anggota terkait penggunaan masker, vaksin, dan pembatasan jarak fisik. WHO menekankan tidak pernah mewajibkan masker, vaksin, maupun kebijakan lockdown, dan mendukung pemerintah berdaulat untuk membuat keputusan terbaik bagi rakyatnya.

Keputusan AS untuk keluar dari WHO direalisasikan melalui Perintah Eksekutif 14155 yang ditandatangani Presiden Donald Trump pada 20 Januari 2025, dengan masa pemberitahuan satu tahun yang diwajibkan. Pemerintah AS secara resmi meninggalkan WHO pada 22 Januari 2026, sesuai pernyataan Kementerian Kesehatan dan Layanan Masyarakat AS (HHS).

Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr., yang dikenal anti-vaksin, menyatakan bahwa kegagalan WHO selama pandemi menjadi alasan utama penarikan diri AS. Mereka juga menuduh WHO kerap bertentangan dengan kepentingan Amerika Serikat meski AS merupakan anggota pendiri sekaligus pendonor terbesar.

“Seperti banyak organisasi internasional lainnya, WHO dinilai telah meninggalkan misi intinya dan berulang kali bertindak bertentangan dengan kepentingan Amerika Serikat,” ujar Rubio dan Kennedy Jr.

WHO menegaskan, meski menghadapi tudingan dan keputusan penarikan diri AS, organisasi tetap berkomitmen pada misi utamanya untuk melindungi kesehatan global dan bekerja sama dengan semua Negara Anggota secara profesional dan transparan.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...