National

Ekonom Global Nilai Indonesia Kian Menarik bagi Investor di Era Prabowo

Indonesia dinilai kini menempati posisi penting sebagai tujuan investasi global di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Chief Economist IQI Global, Shan Saeed, menilai, kehadiran Indonesia dalam Forum Ekonomi Dunia Davos 2026 mencerminkan upaya serius pemerintah untuk membawa visi kebijakan ke dalam kerangka ekonomi yang dapat dijalankan. Menurutnya, pasar global lebih menghargai langkah nyata dibanding sekadar pernyataan politik.

Shan Saeed menjelaskan, pendekatan investasi Indonesia bertumpu pada tiga pilar utama, yakni platform, pipeline, dan kredibilitas. Dari sisi platform, pemerintah mendorong mobilisasi modal institusional melalui pembentukan Danantara sebagai jangkar ko-investasi. Rencana penempatan dana hingga sekitar USD 14 miliar pada 2026, yang bersumber dari dividen portofolio dan dialokasikan untuk investasi domestik, dinilai mencerminkan upaya membangun pembentukan modal yang berkelanjutan dan skalabel.

Sementara dari sisi pipeline, arah kebijakan difokuskan pada sektor-sektor dengan keunggulan struktural, seperti energi terbarukan, infrastruktur digital, layanan kesehatan, dan ketahanan pangan. Sektor-sektor tersebut dipandang memiliki prospek permintaan jangka panjang sekaligus daya tarik kuat bagi investor global.

Selain itu, dari sisi kredibilitas, Indonesia dinilai menunjukkan komitmen kuat melalui berbagai langkah pendanaan berbasis pasar, termasuk penerbitan lanjutan obligasi Patriot, penyelarasan peringkat di level BBB, serta kemitraan investasi sekitar USD 45 miliar.

“Langkah langkah ini menunjukkan komitmen Indonesia terhadap transparansi peringkat, disiplin neraca, dan kredibilitas institusional,” ujar Shan Saeed.

Dalam konteks makroekonomi, Presiden Prabowo menempatkan stabilitas sebagai fondasi utama pertumbuhan. Target pertumbuhan 5 hingga 6 persen pada 2026 dinilai sejalan dengan proyeksi lembaga multilateral.

“Indonesia kini diposisikan sebagai alokasi inti pasar berkembang, bukan sekadar transaksi taktis,” kata Shan Saeed.

Shan Saeed menambahkan, disiplin fiskal, independensi Bank Indonesia, serta pengelolaan Danantara yang berorientasi pasar memperkuat kepercayaan investor. Menurutnya, Indonesia kini bergerak dari peluang investasi yang bersifat sementara menuju daya tarik investasi yang sistemik dan berkelanjutan.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...