Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), terutama melalui peningkatan tata kelola dan transparansi pasar modal guna menjaga kepercayaan investor global.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, mengatakan langkah tersebut merupakan respons langsung atas hasil konsultasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait free float saham Indonesia, yang dinilai telah memengaruhi persepsi investor dan arus modal asing ke pasar domestik.
Sebelumnya, MSCI merilis hasil konsultasi free float yang menyoroti kekhawatiran investor global terhadap keterbukaan struktur kepemilikan saham di Indonesia, meskipun terdapat perbaikan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Demi mengakomodasi masukan MSCI, OJK bersama lembaga pengatur pasar modal (SRO) lainnya berkomitmen untuk meningkatkan tata kelola dan transparansi pasar modal dalam negeri.
Menurut Mahendra, masukan dari MSCI mencerminkan komitmen lembaga tersebut untuk tetap mempertahankan saham-saham Indonesia dalam indeks MSCI Emerging Markets. Oleh karena itu, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal berkomitmen menindaklanjuti masukan tersebut dengan memperkuat tata kelola dan transparansi pasar.
Ia menjelaskan, langkah pertama dilakukan oleh BEI dengan memublikasikan data kepemilikan saham secara lebih komprehensif melalui laman resminya. Dalam publikasi tersebut, BEI mengecualikan investor kategori korporasi dan kategori lainnya (others) dalam perhitungan free float, serta merinci kepemilikan saham di atas dan di bawah 5 persen untuk setiap kategori investor.
Langkah kedua, SRO pasar modal akan menerbitkan ketentuan mengenai batas minimal porsi saham publik yang diperdagangkan (free float) sebesar 15 persen dalam waktu dekat. Ketentuan ini ditujukan untuk meningkatkan likuiditas dan kualitas saham yang tercatat di bursa.
Selain itu, OJK juga akan menerapkan kebijakan exit policy bagi emiten atau perusahaan tercatat yang tidak mampu memenuhi ketentuan tersebut. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat fondasi pasar modal Indonesia, meningkatkan kepercayaan investor global, serta menopang kinerja IHSG secara berkelanjutan.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

