Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) mengungkap sejumlah dokumen hukum terbaru terkait kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein yang menyeret nama sejumlah tokoh ternama, termasuk miliarder Elon Musk, CEO Tesla sekaligus pemilik platform media sosial X. Dokumen tersebut dipublikasikan sebagai bagian dari pengungkapan arsip hukum pada akhir Januari 2026.
Dalam dokumen itu terungkap korespondensi surat elektronik (email) antara Musk dan Epstein yang berlangsung pada 2012 hingga 2013. Salah satu email menunjukkan Musk sempat menanyakan kepada Epstein mengenai jadwal “pesta paling meriah di pulau pribadi milik Epstein, lokasi yang kemudian diketahui berkaitan dengan berbagai aktivitas ilegal.
Email bertanggal November 2012 memuat percakapan keduanya terkait rencana perjalanan. Dalam komunikasi tersebut, Musk menanyakan hari atau malam yang dianggap paling ramai di pulau tersebut. Epstein kemudian merespons dengan menanyakan jumlah tamu yang akan diangkut menggunakan helikopter. Musk menjawab bahwa ia berencana datang hanya bersama istrinya saat itu, Talulah Riley.
Korespondensi lain pada Desember 2012 menunjukkan Musk mengungkapkan keinginannya untuk mencari hiburan setelah bekerja keras sepanjang tahun. Dalam salah satu pesannya, Musk menegaskan bahwa ia tidak menginginkan “pengalaman pulau yang damai”, melainkan suasana pesta, sebagaimana dikutip dari laporan Forbes.
Selain itu, Dokumen tambahan dari akhir 2013 juga menunjukkan komunikasi antara Musk dan Epstein masih berlanjut, dengan pembahasan seputar pengaturan logistik dan tanggal kunjungan. Meski demikian, hingga saat ini tidak ditemukan bukti kuat yang menunjukkan bahwa Musk benar-benar pernah mengunjungi pulau pribadi milik Epstein tersebut.
Menanggapi beredarnya dokumen itu, Elon Musk melalui unggahan di platform X pada Sabtu (31/1) menyatakan bahwa korespondensi email tersebut berpotensi disalahartikan dan dimanfaatkan untuk merusak reputasinya. Namun, ia menegaskan bahwa perhatian utama seharusnya tetap tertuju pada upaya penegakan hukum terhadap para pelaku kejahatan serius dalam kasus Epstein.
“Saya tidak peduli dengan pencemaran nama baik. Yang terpenting adalah setidaknya kita berupaya menuntut mereka yang melakukan kejahatan serius bersama Epstein, terutama terkait eksploitasi keji terhadap gadis-gadis di bawah umur,” ujar Musk.
Akbari Danico – Redaksi

