Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan kegiatan pasar modal Indonesia tetap berlangsung normal di tengah proses transisi kepemimpinan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
Penegasan tersebut disampaikan Airlangga menyusul instruksi Presiden RI Prabowo Subianto kepada Kementerian Keuangan, serta jajaran OJK dan BEI, untuk menjamin keberlanjutan operasional bursa dan stabilitas pasar.
Pernyataan tersebut merupakan respons pemerintah atas mundurnya sejumlah pimpinan OJK dan BEI pada Jumat (30/1) kemarin, menyusul koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta sorotan lembaga internasional terhadap tata kelola BEI.
Airlangga menegaskan bahwa tidak akan terjadi kekosongan kepemimpinan di kedua lembaga tersebut. Untuk sementara, posisi strategis akan diisi oleh pejabat pelaksana tugas guna menjamin kelangsungan fungsi kelembagaan. Adapun posisi Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK untuk sementara diisi oleh Friderica Widyasari Dewi.
Sementara itu, BEI masih belum mengumumkan pejabat sementara untuk menggantikan posisi Direktur Utama BEI Iman Rachman yang mengundurkan diri pada Jumat lalu. Langkah tersebut diambil untuk memastikan bahwa roda pengawasan dan aktivitas pasar modal tetap berjalan optimal, sekaligus menjaga kepercayaan investor di tengah situasi transisi kepemimpinan.
Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan keyakinannya bahwa pasar modal Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk menghadapi berbagai dinamika. Ia menilai sistem yang berjalan saat ini telah dirancang dengan standar tata kelola yang baik dan praktik terbaik internasional.
Dengan sistem yang kuat dan dukungan penuh dari pemerintah, Airlangga optimistis aktivitas pasar modal akan tetap stabil dan mampu menjaga kepercayaan investor, baik domestik maupun global.
Pemerintah juga menegaskan akan terus memantau perkembangan pasar dan memastikan koordinasi antarotoritas berjalan efektif. Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasar keuangan nasional serta mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan global yang masih berlangsung.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

