Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, turut hadir dalam pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2) siang. Kehadiran Sugiono bertujuan menjelaskan keputusan Indonesia untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Board of Peace (BoP).
Sugiono menyampaikan bahwa keterlibatan Kementerian Luar Negeri dalam diskusi tersebut difokuskan pada pemaparan latar belakang serta posisi Indonesia terkait keanggotaan di BoP. Ia menegaskan bahwa pemerintah ingin memberikan penjelasan menyeluruh kepada para tokoh ormas Islam mengenai isu tersebut.
“Dan juga nanti keterlibatan Kementerian Luar Negeri pada pertemuan siang hari ini adalah mengenai pembicaraan mengenai Board of Peace dan penjelasan-penjelasan yang akan dilajukan seputar isu tersebut,” ujar Sugiono di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2).
Senada dengan itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo akan menjelaskan secara langsung landasan keputusan Indonesia bergabung dengan Board of Peace. Menurut Prasetyo, pertemuan tersebut merupakan bagian dari agenda rutin Presiden untuk berdialog dengan berbagai elemen masyarakat.
Prasetyo menambahkan, forum ini menjadi salah satu sarana pemerintah untuk menyerap masukan dari berbagai lapisan masyarakat, khususnya dari tokoh-tokoh agama dan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam.
“Dengan harapan ini semua bisa diterima dan dimengerti oleh semua pihak,” ucap Prasetyo.
Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo mengundang sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam ke Istana Kepresidenan.
Pantauan di lokasi, sejumlah tokoh yang hadir antara lain Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar, tokoh Nahdlatul Ulama Nusron Wahid, Ketua PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf, Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis, Ketua PP Fatayat NU Arifatul Choiri Fauzi, serta pengusaha Jusuf Hamka.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah pembahasan keputusan Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace. Ia menegaskan diskusi akan berlangsung secara dua arah, di mana Presiden Prabowo juga akan mendengarkan pandangan dan masukan dari para tokoh agama yang hadir.
Akbari Danico – Redaksi

