Amerika Serikat dan Indonesia merampungkan Pelatihan Nasional Pemulihan dan Pelacakan Aset Kejahatan Keuangan yang digelar pada 21–22 Januari di Jakarta. Program ini dilaksanakan oleh ICITAP dan OPDAT dari Departemen Kehakiman AS bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Sejak diluncurkan pada 2023, Seri Pelatihan Pemulihan dan Pelacakan Aset telah menjangkau 397 peserta dari 33 dari total 38 provinsi di Indonesia. Cakupan tersebut mencerminkan komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama antarlembaga serta kolaborasi dengan penegak hukum Amerika Serikat untuk memberantas kejahatan keuangan lintas negara, termasuk pelacakan dan pemulihan dana ilegal yang dicuci melalui sistem keuangan AS.
Pelatihan terakhir diikuti oleh penyelidik Polri, penuntut Kejaksaan Agung, analis PPATK, serta perwakilan Divisi Hubungan Internasional Polri dari berbagai daerah. Selain meningkatkan koordinasi antarlembaga, program ini telah mendorong penindakan terhadap belasan kasus kejahatan keuangan di sektor publik.
Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar Amerika Serikat, Heather C. Merritt, menegaskan bahwa kemitraan ini penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan global.
“Dengan mengikuti aliran uang serta melacak dan memulihkan aset, kita melindungi perekonomian, memperkuat kepercayaan publik, dan memberikan hukuman setimpal bagi jaringan kriminal,” ujar Merritt.
Sementara itu, Wakil Kepala Korps Pemberantasan Korupsi Polri Brigadir Jenderal Arief Adiharsa menekankan bahwa pemulihan aset merupakan elemen kunci dalam pemberantasan korupsi. Menurutnya, penegakan hukum harus berfokus pada pelacakan dan penyitaan hasil kejahatan untuk memutus siklus korupsi dan pencucian uang.
Didanai oleh Biro Urusan Narkotika Internasional dan Penegakan Hukum Departemen Luar Negeri AS (INL), inisiatif ini menjadi puncak dari upaya tahunan untuk memperkuat kapasitas Indonesia dalam memerangi kejahatan keuangan dan ekonomi. Kemitraan yang terbangun melalui program ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi upaya Indonesia dan Amerika Serikat dalam melawan kejahatan transnasional.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

