National

Program Kemandirian Perkuat Pemberdayaan Pesantren di Boyolali

Detasemen Khusus Antiteror Polri, Densus 88 Antiteror Polri, melalui Satgaswil Jawa Tengah menyelenggarakan Seminar dan Peningkatan Kemampuan menuju Ponpes Darusy Syahadah Berkelanjutan di Kabupaten Boyolali. Kegiatan yang berlangsung hingga Kamis ini menandai pendekatan pencegahan yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada pemberdayaan sosial dan ekonomi. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian pondok pesantren dan santri. Pendekatan ini mencerminkan pergeseran strategi negara ke arah pencegahan berbasis pembangunan kapasitas masyarakat.

Kepala Satuan Tugas Wilayah Jawa Tengah Densus 88 Polri, Komisaris Besar Polisi Choirul Anam, menegaskan bahwa kehadiran negara di lingkungan pesantren bertujuan memperkuat kapasitas sumber daya manusia. Ia menilai santri perlu dibekali keterampilan praktis agar mampu menjawab peluang ekonomi di luar pendidikan keagamaan. Bekal tersebut diharapkan menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan sosial. Pendekatan ini juga dipandang relevan untuk membangun lingkungan yang inklusif dan produktif.

Dalam pelaksanaannya, Densus 88 Polri menggandeng Kementerian Pertanian serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Materi pelatihan mencakup kewirausahaan berbasis pertanian dan jasa, seperti budidaya dan pengolahan kopi, pelatihan barista, barbershop, serta manajemen peternakan kambing perah. Program ini dirancang berkelanjutan sebagai soft approach untuk mencegah berkembangnya paham radikal. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong reintegrasi sosial eks narapidana terorisme agar kembali berperan produktif.

Pimpinan Pondok Pesantren Darusy Syahadah, Ustadz Qosdi Ridwanullah, menyambut positif program tersebut karena sejalan dengan kebutuhan penguatan unit usaha pesantren. Saat ini, pesantren tersebut membina lebih dari 300 anak yatim dan dhuafa yang sepenuhnya bergantung pada keberlanjutan operasional lembaga. Penguatan ekonomi pesantren dinilai krusial untuk menopang pembinaan sosial jangka panjang. Melalui program ini, Darusy Syahadah diharapkan menjadi contoh pesantren mandiri yang berperan aktif dalam moderasi beragama dan penguatan kebhinekaan di Jawa Tengah.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...