Ribuan warga Venezuela menggelar unjuk rasa di ibu kota Caracas pada Selasa (3/2) untuk menuntut Presiden Amerika Serikat Donald Trump membebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Aksi tersebut berlangsung di sejumlah titik utama kota dan diwarnai seruan dukungan bagi Maduro.
Mengutip Al Jazeera, para pengunjuk rasa berkumpul sambil meneriakkan slogan-slogan pembebasan Maduro. Ribuan demonstran ini mengenakan kaus bertuliskan desakan agar Amerika Serikat segera melepaskan pemimpin mereka, serta membawa atribut yang menegaskan loyalitas terhadap Maduro.
“Venezuela butuh Nicolas!” teriak massa.
“Mereka diculik. Kembalikan mereka!” demikian bunyi salah satu spanduk yang dibentangkan demonstran.
Maduro dan istrinya saat ini ditahan di Amerika Serikat setelah ditangkap pada 3 Januari lalu, tak lama setelah Donald Trump kembali menjabat sebagai presiden. Washington menuding Maduro memimpin kartel narkoba dan memfasilitasi penyelundupan narkotika ke wilayah AS. Tuduhan tersebut telah dibantah Maduro.
Putra Maduro, Nicolas Maduro Guerra, menyatakan penangkapan orang tuanya akan selalu membekas bagi rakyat Venezuela.
“Tanah air kita dinodai oleh angkatan bersenjata asing,” ujar Guerra.
Aksi demonstrasi ini diikuti oleh pekerja dari berbagai sektor publik dan diiringi musik dari truk-truk yang melintas. Massa menutup jalan utama hingga ratusan meter, menyebabkan gangguan lalu lintas di sejumlah kawasan Caracas.
Media lokal Venezuela melaporkan unjuk rasa tersebut merupakan bagian dari “hari aksi global”. Para demonstran menilai penangkapan dan penahanan Maduro sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional serta preseden buruk bagi kedaulatan negara.
“Kami merasa bingung, sedih, dan marah. Banyak emosi yang kami rasakan,” kata Jose Perdomo (58), salah satu peserta aksi.
“Baik sekarang atau nanti, mereka harus membebaskan presiden kami,” lanjutnya.
Venezuela saat ini dipimpin oleh Presiden interim Delcy Rodriguez. Rodriguez berupaya menjadi penengah antara pendukung Maduro dan pemerintahan AS, termasuk dengan membebaskan sejumlah tahanan politik serta membuka sektor hidrokarbon nasional untuk investasi swasta.
Trump sebelumnya menyatakan bersedia bekerja sama dengan pemerintahan Rodriguez, dengan syarat Venezuela memenuhi tuntutan Amerika Serikat, terutama yang berkaitan dengan sektor minyak.
Akbari Danico – Redaksi

