Generasi Z tercatat sebagai kelompok usia dengan tingkat kepuasan tertinggi terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto, berdasarkan hasil survei nasional Indikator Politik Indonesia. Salah satu faktor utama yang mendorong tingginya tingkat kepuasan tersebut adalah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peneliti utama sekaligus pendiri Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyampaikan bahwa jika dilihat berdasarkan kelompok usia, Generasi Z menempati posisi paling tinggi dalam hal kepuasan terhadap kinerja Presiden. Hal itu disampaikan Burhanuddin saat merilis hasil surveinya secara daring, Minggu (8/2/2026).
Menurut Burhanuddin, ketika responden Generasi Z yang menyatakan puas ditanya mengenai alasan kepuasan mereka, Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu jawaban yang paling banyak muncul.
Burhanuddin menambahkan, Program MBG dipersepsikan sebagai kebijakan yang konkret dan mudah dipahami oleh generasi muda karena manfaatnya dapat dirasakan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Selain Program Makan Bergizi Gratis, Generasi Z juga memberikan penilaian positif terhadap agenda pemberantasan korupsi serta berbagai program bantuan pemerintah lainnya yang berjalan sepanjang 2025.
Berdasarkan proporsi usia, Burhanuddin menyebut mayoritas responden yang puas terhadap program MBG berasal dari kelompok Generasi Z, dengan tingkat kepuasan mencapai 80,7 persen. Sementara ditinjau dari tingkat pendidikan, sebanyak 62 persen responden yang tengah menempuh pendidikan perguruan tinggi menyatakan puas terhadap program tersebut.
Dari sisi wilayah tempat tinggal, tingkat kepuasan warga desa tercatat sedikit lebih tinggi dibandingkan warga perkotaan. Secara umum, hampir seluruh wilayah menunjukkan tingkat kepuasan yang relatif merata. Namun, Burhanuddin mencatat kondisi berbeda terjadi di Jakarta. Di Ibu Kota, tingkat kepuasan terhadap program MBG hanya mencapai 52 persen.
Berikut rincian tingkat kepuasan publik terhadap program MBG :
- Sangat puas: 12,2 persen
- Cukup puas: 60,6 persen
- Kurang puas: 19,9 persen
- Tidak puas sama sekali: 4,5 persen
- Tidak menjawab/tidak tahu: 2,8 persen
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

