Perayaan Tahun Baru Imlek Nasional 2026 yang mengusung tema “Harmoni Imlek Nusantara” menjadi momentum untuk memperkuat nilai kepedulian sosial sebagai bagian dari penguatan karakter kebangsaan. Perayaan ini tidak hanya menampilkan ekspresi budaya, tetapi juga menghadirkan berbagai inisiatif sosial yang mendorong semangat gotong royong dan solidaritas di tengah masyarakat.
Penyelenggaraan Imlek Nasional 2026 dilaksanakan secara kolaboratif melalui sinergi berbagai kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta dukungan berbagai unsur masyarakat. Pendekatan kolaboratif tersebut diarahkan untuk memastikan bahwa perayaan budaya dapat memberikan dampak sosial yang lebih luas dan berkelanjutan.
Ketua Umum Panitia Imlek Nasional 2026, Irene Umar, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan perayaan diselenggarakan dengan menonjolkan keberagaman tradisi perayaan Imlek di berbagai daerah di Indonesia. Perayaan Imlek tahun ini menjadi momentum untuk menampilkan kekayaan tradisi perayaan Imlek dari berbagai daerah.
Menurut Irene, Imlek Nasional 2026 menjadi ruang untuk menampilkan kekayaan tradisi perayaan Imlek Nusantara, tidak hanya yang berkembang di Singkawang, tetapi juga di sejumlah daerah lain, seperti Grebeg Sudiro di Surakarta, Cap Go Meh di Palembang, serta perayaan Imlek di Manado dan Makassar.
Keberagaman tersebut mencerminkan harmoni budaya yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa Imlek Nasional 2026 juga diarahkan untuk memperkuat nilai kemanusiaan melalui Gerakan Berbagi Cahaya yang mendorong partisipasi sosial masyarakat secara inklusif dan berkesinambungan.
Program tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan vokasi serta pengembangan keterampilan berbasis teknologi dan ekonomi kreatif, termasuk bagi masyarakat terdampak bencana. Melalui pendekatan ini, masyarakat diharapkan mampu membangun kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing di tengah perubahan sosial dan ekonomi yang dinamis serta menjadi simbol solidaritas sosial yang menegaskan nilai gotong royong sebagai fondasi kehidupan berbangsa dalam keberagaman.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

