Pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada Triwulan I 2026, sekaligus memberi kemudahan bagi masyarakat yang akan mudik lebaran. Total anggaran yang disiapkan untuk stimulus tersebut sebesar Rp 911,16 miliar.
“Total anggarannya adalah Rp911,16 miliar, berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun non-APBN,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Airlangga merinci, stimulus tersebut di antaranya untuk diskon tiket kereta api sebesar 30 persen khusus tanggal 14-29 Maret 2026, dengan target 1,2 juta penumpang. Kemudian untuk moda angkutan laut juga didiskon. Tiket kapal PT Pelni akan didiskon 30 persen untuk tanggal 11 Maret-5 April 2026, dengan target 445 ribu penumpang.
Selain itu, angkutan penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry akan mendiskon tarif jasa pelabuhan sebesar 100 persen pada tanggal 12-31 Maret 2026 dengan target 945.000 unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang.
Sementara itu terdapat diskon tarif pesawat sebesar 17-18 persen untuk periode 14-29 Maret 2026, diskon ini ditargetkan menyasar 3,3 juta penumpang.
Untuk memudahkan masyarakat merencanakan perjalanan mudik dan mengoptimalkan mobilitas masyarakat, pemerintah juga mendorong penerapan Work From Anywhere pada tanggal 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026. Diberikan fleksibilitas dalam penetapan hari kerja khusus untuk ASN dan juga untuk pekerja swasta.
Airlangga menjelaskan, stimulus itu merupakan kelanjutan dari insentif HBN sebelumnya yang menunjukkan dampak positif terhadap perekonomian. Pada Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, misalnya, mobilitas masyarakat dan kegiatan pariwisata meningkat sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat hingga 5,39 persen.
Peningkatan mobilitas pada periode Lebaran 2025 mencapai 154,62 juta orang, sedangkan pada libur Nataru mencapai 110,43 juta orang. Khusus untuk periode Lebaran 2025, pemerintah mencatat realisasi jumlah penumpang yang memanfaatkan insentif diskon tarif transportasi di antaranya 3,15 juta penumpang untuk transportasi udara, 3,58 juta penumpang kereta api, 797,99 ribu penumpang angkatan laut, serta 518,21 ribu penumpang dan 1,1 juta kendaraan pada angkutan penyeberangan.
Insentif tersebut juga berdampak pada kunjungan wisatawan mancanegara yang mencapai 1,41 juta dan wisatawan nusantara sebanyak 105,98 juta. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi nasional pada 2025 tercatat 5,11 persen secara tahunan (year-on-year).
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

