Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memimpin misi diplomatik ke Washington DC untuk mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengambil sikap lebih keras terhadap program nuklir dan rudal balistik Iran pada Rabu (11/2). Perjalanan diplomatik tersebut ditempuh menggunakan pesawat kepresidenan Israel dari Bandara Ben Gurion, Tel Aviv.
Setibanya di Washington DC pada Selasa malam, Netanyahu bersiap menuju Gedung Putih untuk pertemuan bilateral yang dijadwalkan pukul 11.00 waktu setempat. Pertemuan ini merupakan hasil percepatan jadwal dari rencana awal kunjungan Netanyahu yang sedianya menghadiri KTT Board of Peace pada 19 Februari.
Netanyahu menegaskan bahwa perhatian khusus diberikan pada ancaman keamanan yang ditimbulkan oleh pengembangan senjata nuklir Iran. Prinsip-prinsip negosiasi yang akan disampaikannya kepada Trump disebut telah melalui kajian mendalam terkait celah yang dimanfaatkan Teheran dalam perjanjian sebelumnya.
“Saya akan menyampaikan kepada presiden pandangan kami mengenai prinsip-prinsip untuk negosiasi,” ujar Netanyahu dalam sebuah video, dikutip AFP.
Netanyahu menjelaskan bahwa tekanan maksimum terhadap Iran adalah fondasi penting bagi stabilitas kawasan Timur Tengah. Dengan komitmen bersama AS, kawasan diyakini akan terhindar dari ancaman proliferasi nuklir dan eskalasi konflik yang lebih luas.
Akbari Danico – Redaksi

