Presiden Prabowo Subianto pada Senin (16/2) lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma untuk melakukan kunjungan kerja ke Washington DC, Amerika Serikat (AS). Dalam kunjungan tersebut, Prabowo didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Selama berada di AS, Prabowo dijadwalkan melakukan sejumlah agenda untuk membahas perdamaian dunia dan ekonomi, di antaranya pertemuan bilateral dengan Presiden AS Donald Trump guna membahas penguatan hubungan Indonesia–AS serta kerja sama strategis di berbagai bidang.
Salah satu agenda utama dalam kunjungan ini adalah penandatanganan kesepakatan dagang Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan AS. Kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut dari perundingan delegasi kedua negara yang sebelumnya berlangsung di Washington DC pada 22 Desember 2025.
Sebelum keberangkatan, Prabowo telah mematangkan strategi untuk meningkatkan produktivitas industri, memperluas akses pasar, serta memperkuat kontribusi Indonesia dalam rantai pasok global sebagai bagian dari persiapan perundingan dengan pemerintah AS.
Di samping agenda perdagangan, Prabowo juga rencananya akan berpartisipasi di dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) Dewan Perdamaian (Board of Peace) pada Kamis waktu setempat. Pemerintah memandang momentum ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat diplomasi Indonesia di tingkat global sekaligus membuka peluang kerja sama baru.
Kunjungan ini menjadi salah satu langkah diplomasi strategis pemerintah pada awal tahun, dengan fokus pada keseimbangan antara kepentingan ekonomi nasional dan peran aktif Indonesia dalam isu perdamaian dunia.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

