Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar acara “Satu Tahun Membangun Jakarta dari Bawah” di Taman Ayodya, Kebayoran Baru, untuk memaparkan capaian satu tahun kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno.
Gubernur Pramono menyoroti peningkatan peringkat Jakarta sebagai Global City dari posisi 74 menjadi 71 dalam 10 bulan terakhir, serta pertumbuhan ekonomi 5,21 persen yang melampaui rata-rata nasional. Ia menegaskan komitmen menjaga program KJP dan KJMU tanpa pengurangan anggaran, serta terus mendukung pemutihan ijazah bagi lebih dari 6.000 penerima.
Di bidang sosial, sebanyak 213.000 warga menerima manfaat dari Kartu Lansia, Kartu Penyandang Disabilitas, dan Kartu Anak Jakarta. Pemprov DKI juga memberikan akses gratis ke sejumlah sekolah swasta serta fasilitas publik seperti Ancol, Ragunan, dan Monas bagi penerima KJP dan KJMU.
Layanan kesehatan diperkuat melalui 31 rumah sakit, 44 puskesmas kecamatan, 292 puskesmas pembantu, dan program Pasukan Putih dengan 584 personel. Gubernur Pramono juga menekankan langkah Jakarta sebagai provinsi pertama yang melarang konsumsi daging anjing dan kucing.
Di sektor infrastruktur dan ruang terbuka hijau, Pemprov DKI menuntaskan pembangunan 21 taman baru, termasuk Taman Ayodya seluas 5,6 hektare dengan lintasan jogging 1,2 kilometer. Revitalisasi Taman Semanggi senilai Rp134 miliar juga sedang berlangsung melalui kerja sama dengan swasta tanpa menggunakan APBD. Meskipun masih ada pekerjaan rumah seperti kemacetan, banjir, dan polusi, Gubernur Pramono menegaskan pembangunan dilakukan secara kolaboratif bersama DPRD, jajaran Balai Kota, dan masyarakat.
Wagub Rano Karno menambahkan bahwa fokus satu tahun pertama adalah penyelesaian program Quick Win, dengan 97 persen dari 40 program prioritas telah rampung. Prioritas utama Jakarta pada tahun kedua mencakup penanganan banjir melalui normalisasi sungai, integrasi transportasi dan penambahan armada Transjabodetabek, serta pengurangan kemiskinan dan kesenjangan melalui berbagai program bantuan sosial dan subsidi bagi 15 golongan masyarakat. Kedua pemimpin menekankan bahwa pembangunan Jakarta akan terus berlanjut secara inklusif, transparan, dan berkelanjutan.
Alexander Jason – Redaksi

