Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pembangunan nasional tidak semata-mata berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan nilai, karakter, dan integritas. Penegasan itu disampaikan saat Safari Ramadan di Ma’had Islam Rafiatul Akhyar Institute (MIRA Institute), Pandeglang, Banten, Sabtu (21/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, AHY didampingi Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara dan berdiskusi bersama Ustadz Adi Hidayat. Pertemuan ini menjadi wadah pertukaran pandangan antara pemerintah dan tokoh agama mengenai arah pembangunan bangsa di tengah tantangan global yang terus berkembang.
Menko AHY menyampaikan Ramadan menjadi momentum refleksi dan penguatan niat dalam menjalankan amanah publik. Ia menuturkan, selain mempererat silaturahmi, Ramadan menjadi waktu untuk refleksi dan introspeksi diri. AHY juga mengaku memperoleh banyak penguatan moral dari diskusi yang berlangsung.
“Kalau diminta memberikan motivasi, sebetulnya saya yang dimotivasi oleh Pak Ustadz. Dalam waktu yang singkat, beliau menyampaikan banyak hal yang penuh makna, nilai filosofi, dan kebenaran yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis,” tuturnya.
Menurutnya, kepemimpinan memerlukan fondasi spiritual agar setiap kebijakan berpijak pada keadilan dan kemaslahatan. Tantangan dalam proses pengabdian harus dimaknai sebagai bagian dari perjuangan yang lebih besar.
“Ketika kita merasa berat menjalani proses dan perjuangan, ingatlah kita mendedikasikan semua itu untuk masyarakat luas. InsyaAllah, Allah SWT akan membalas dan menaikkan derajat kita,” ucapnya.
Dalam menjalankan tugas koordinasi pembangunan infrastruktur dan kewilayahan, AHY menegaskan pentingnya prinsip keadilan sosial. Berbagai program seperti penyelesaian persoalan agraria, pembangunan jalan, jembatan, bendungan, perumahan, hingga penguatan konektivitas nasional harus memberikan manfaat yang merata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

