Kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, mendorong kenaikan harga wortel di tingkat petani hingga tiga kali lipat. Jika sebelumnya hanya dihargai Rp 5.000–Rp 10.000 per kilogram, kini wortel dibeli dapur MBG seharga Rp 20.000–Rp 25.000 per kilogram.
Ketua Kelompok Tani Locak Jaya, Kelurahan Wali, Kecamatan Langke Rembong, Anselmus Deok mengatakan MBG menjadi berkah bagi para petani, program tersebut membuat petani lebih semangat menanam karena hasil panen terserap dengan harga kompetitif. Ia menyebut pembayaran dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilakukan langsung tanpa perantara. Uang pembelian dari SPPG pun langsung mereka terima, tidak melalui pihak ketiga.
Menurut Anselmus, sebelum adanya MBG, sebagian hasil panen terpaksa dibuang karena tidak terserap pasar. Kini, petani bahkan sudah mendapat kepastian jenis komoditas yang akan dibeli sebelum masa tanam, seperti wortel dan buncis.
Dia berharap program MBG bisa berjalan berkelanjutan. “Pak Presiden (Prabowo Subianto), semoga tetap berjalan lancar dan semoga MBG tetap berjalan terus supaya pendapatan petani meningkat,” ujarnya.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

